Kendalikan Inflasi DIY dengan TPI

YOGYA (KR) - Pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan, perlu ditopang kestabilan harga dan tingkat inflasi yang rendah. Inflasi nasional dibentuk dari perubahan harga di 45 kota yang tersebar di seluruh daerah, dengan bobot yang berbeda di tiap kota. Menurut Pemimpin Bank Indonesia Yogyakarta Endang Sedyadi, bobot inflasi seluruh daerah mencapai 73 persen, sementara inflasi di Kota Jakarta hanya berkisar 27 persen.

Meski bobot inflasi Kota Yogyakarta terhadap inflasi nasional hanya 1,22 persen, namun mengingat laju inflasi daerah yang tinggi dan tak terkendali akan menurunkan daya beli dan kesejahteraan masyarakat terutama yang berpenghasilan tetap, diperlukan langkah nyata untuk mengendalikan laju inflasi daerah, termasuk di Kota Yogyakarta. “Sumber tekanan inflasi di daerah dipengaruhi karakteristik ekonomi masing-masing daerah, sehingga diperlukan peningkatan koordinasi dan kerja sama serta komitmen kelembagaan pada tingkat Pemerintah Daerah,” jelas Endang Sedyadi kemarin, terkait pembentukan Tim Pengendalian Inflasi (TPI) DIY antara Bank Indonesia Yogyakarta dengan Pemprop DIY.

Endang Sedyadi menjelaskan, TPI DIY merupakan kerja sama dalam bentuk tim koordinasi. “Dengan terbentuknya tim ini diharapkan laju inflasi Kota Yogyakarta dapat terkendali agar dapat mendukung pencapaian sasaran inflasi nasional yang ditetapkan pemerintah dan menjaga kestabilan daya beli masyarakat,” kata Endang yang sebentar lagi akan menduduki posisi baru dan kursi Pemimpin BI Yogyakarta akan diisi pejabat baru Cahyo Utomo. TPI, lanjut Endang Sedyadi, merupakan kolaborasi antara Bank Indonesia Yogyakarta dengan jajaran Pemprop DIY yang terdiri Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) DIY, Dinas Pertanian DIY, Dinas Perhubungan DIY, Perum Bulog DIY, dan Badan Pusat Statisik (BPS) DIY. (San)-c

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Program Super Murah "Back To School" Matahari Godean Toserba & Swalayan

Kasus Corona DIY Tambah 10 Jadi 169, Ada dari Klaster Gereja dan Indogrosir

Bebas 2 Pekan, Napi Asimilasi di Yogya Diciduk Gegara Nyolong Motor