Grandong Pilih Tunggu PSS

RADAR JOGJA - SLEMAN - Situasi mengambang masih menyelimuti kubu PSS Sleman. Keresahan yang dipicu belum adanya kepastian kontrak dari manajemen pun masih meliputi para pemain.

Dikabarkan, pemain yang sudah didekati PSS diminta lebih bersabar untuk menunggu hingga Selasa (29/4) kemarin untuk mendapat kepastian. Padahal, sebelumnya, manajemen berjanji memberikan kejelasan terkait nasib mereka pada Senin (28/4) malam.

Saat pertemuan manajemen dengan pemain Sabtu (26/4) lalu, pemain diberikan kebebasan untuk memilih. Jika memang ingin pindah ke klub lain, manajemen tidak akan menghalangi. Tapi, jika masih ingin tetap di PSS diminta menunggu sampai ada kepastian.

Namun hingga kemarin, tidak ada kabar apapun yang diterima para pemain. Agus "Grandong" Purwoko mengaku memilih untuk tetap menunggu kejelasan dari manajemen dan pengurus PSS.

"Sebetulnya manajemen sudah bijak memberikan kebebasan kepada pemain. Sebagian besar memang sudah pra kontrak, tapi kalau mau pindah nggak akan ribet kok katanya. Kami dibebaskan memilih," katanya.

Mendapat opsi tersebut, Grandong menyatakan keinginan hatinya tetap ingin tampil di skuad kebanggaan Slemania itu. Pasalnya persoalan yang dialami timnya saat ini juga serupa terjadi di klub-klub lain.

Jadi, tandasnya, jika memutuskan pindah ke klub lain pun sangat dimungkinkan akan menghadapi situasi yang sama. "Jadi, saya tetap di Sleman saja menunggu sampai ada kepastian. Kalau memang ada kejelasan seperti nantinya, baru akan bersikap. Tapi inginnya saya tetap main di Sleman," paparnya.

Masih simpang siurnya situasi di Sleman juga diakui Muhammad Irfan. Gelandang kiri asal Semarang ini juga masih menunggu kabar terakhir tentang keputusan PSS. "Semua memang masih kabur. Tapi saya akan menunggu dulu bagaimana hasilnya nanti. Saya tanya teman-teman juga belum ada perkembangan baru," ucap mantan pemain PSIM Jogja itu. (ayu)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Program Super Murah "Back To School" Matahari Godean Toserba & Swalayan

Kasus Corona DIY Tambah 10 Jadi 169, Ada dari Klaster Gereja dan Indogrosir

Bebas 2 Pekan, Napi Asimilasi di Yogya Diciduk Gegara Nyolong Motor