Muhammadiyah Dirikan ADiTV

Berawal dari TV Lab UAD
BERNAS JOGJA, Selama ini Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang berada di bawah Muhammadiyah hanya memiliki stasiun televisi laboratorium yang berdiri sejak 1996. Namun pada tahun ini, Muhammadiyah akan membuat stasiun tv itu menjadi komersil dengan nama PT Arah Dunia Televisi (ADiTV).
Dengan modal awal sekitar Rp 20 juta, ADiTV akan bersaing dengan lima stasiun lagi untuk memperebutkan satu kanal yang masih tersisa di Yogyakarta. Amien Rais sebagai Komisaris Utama bersiap memaparkan evaluasi dengar pendapat (EDP) kepada Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) di UAD, Rabu (16/4) besok. "Formatnya sendiri merupakan televisi yang berbasis pendidikan dan budaya lokal dengan brand Pencerahan Bagi Semua," ujar Amien kepada wartawan di kediamannya, Sabtu (12/4).

Didukung penuh oleh pengusaha nasional Sutrisno Bachir, Amien mengatakan, bila izin penyiaran mereka dapat, maka tambahan dana sekitar Rp 100 miliar pun siap dicairkan. Sebab market pasar mereka jelas, terlebih dengan dilakukannya kerjasama dengan lembaga survey AC Nielsen dan Quantim Program untuk melihat program televisi yang diperlukan masyarakat dan bukannya disukai masyarakat.
Berawal dari hasil amanat Muktammar Muhammadiyah pada 2005 silam, pendirian stasitun tv lokal itu sudah direncanakans sejak kepemimpinan AR Fachruddin. Namun baru tahun ini rencana itu bisa terlaksana.
Dipilihnya Jogja sebagai basis ADiTV karena kota ini memiliki imej dan tempat yang khusus bagi Indonesia sebagai daerah istimewa. Dengan atmosfir pendidikan dan budaya yang masih kental, televisi ini dipastikan akan berkembang dengan baik kedepannya. "Yogyakarta sebagai sumber ilmu pengetahuan dan budaya. Karenanya dalam Muktammar di Banda Aceh kita memutuskan kota ini sebagai basis ADiTV," jelasnya.
Terkait kepemilikan Muhammadiyah atas stasiun TV itu, lanjut mantan Ketua MPR itu, tidak ada hubungannya sama sekali dengan kepentingan politik. Terlebih sebagai salah satu alat kampanye salah satu partai. "Lahirnya PT ADiTV ini tak ada hubungannya dengan partai manapun meski dibawah Muhammadiyah karena masyarakat Muhammadiyah sendiri tersebar di berbagai partai," paparnya.
Ditambahkan anggota Komisaris PT ADiTV Muclhas, pihaknya sudah menyetor modal 25 persen dari total modal Rp 60 miliar yang ditetapkan KPID. Modal tersebut akan semakin bertambah kedepannya jika ijin sudah mereka kantongi. "Dukungan dana dari berbagai pihak cukup banyak untuk mengembangkan ADiTV kedepannya. Karenanya kami optims dapat bersaing memperebutkan izin penyelenggaraan penyiaran," imbuhnya. (ptu)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Program Super Murah "Back To School" Matahari Godean Toserba & Swalayan

Kasus Corona DIY Tambah 10 Jadi 169, Ada dari Klaster Gereja dan Indogrosir

Bebas 2 Pekan, Napi Asimilasi di Yogya Diciduk Gegara Nyolong Motor