SOAL TANGGAL PEMATIAN SELOKAN ; Informasi yang Diterima Petani Berlainan

MOYUDAN (KR) - Para petani yang mengandalkan aliran air dari Selokan Mataram dan Selokan Van der Wijk belum memiliki kesamaan informasi mengenai tanggal dimulainya pematian kedua selokan itu. Namun pada umumnya menyambut positif waktu pematian yang hanya tiga hari, sebab tidak akan terlalu berpengaruh terhadap tanaman mereka.

Ditemui sedang mengairi sawahnya, Rabu (6/8), Jumingun (60), petani dari Dusun I Celungan Desa Sumberagung, Kecamatan Moyudan mengaku sudah mendengar jadwal pematian Selokan Mataram dan Selokan Van der Wijk. Jadwal tersebut menurutnya disampaikan sewaktu pertemuan kelompok tani, kemarin.

“Menurut informasi yang saya dengar saat pertemuan, selokan akan dimatikan selama tiga hari saja. Tidak sebulan atau dua minggu seperti tahun sebelumnya. Sebab tidak ada proyek perbaikan yang menyertai pematian itu. Sedangkan tanggal pematiannya, Senin (11/8) sampai Rabu (13/8) depan,” tutur anggota Kelompok Tani Mekar Lestari Sumberagung ini.

Sedangkan menurut Mujilan, petani yang juga Ketua RT 04 Bantulan Mladri, Desa Margokaton, Kecamatan Seyegan, rencana pematian kedua selokan itu juga telah diumumkan di kampungnya, saat rapat Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD). Namun soal tanggal pematian, ia menyebut Rabu (13/8) hingga Jumat (15/8) depan.

Baik Jumingun maupun Mujilan menyambut baik pendeknya waktu pematian selokan, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sebab jadwal pematian itu tidak akan terlalu mengganggu tanaman mereka, yang saat ini sedang membutuhkan banyak air.

Pendeknya waktu pematian selokan juga disambut positif oleh petani di daerah Kalasan. Darjo (78), warga Kowang Tamanmartani Kalasan Sleman mengatakan, jika waktu pematian hanya tiga hari, maka tidak akan mempengaruhi terhadap perairan sawahnya. “Namun kalau sampai hitungan bulan, maka jelas menghambat,” ujarnya.

Dikonfirmasi di kantornya, Kepala DiMOYUDAN (KR) - Para petani yang mengandalkan aliran air dari Selokan Mataram dan Selokan Van der Wijk belum memiliki kesamaan informasi mengenai tanggal dimulainya pematian kedua selokan itu. Namun pada umumnya menyambut positif waktu pematian yang hanya tiga hari, sebab tidak akan terlalu berpengaruh terhadap tanaman mereka.
Ditemui sedang mengairi sawahnya, Rabu (6/8), Jumingun (60), petani dari Dusun I Celungan Desa Sumberagung, Kecamatan Moyudan mengaku sudah mendengar jadwal pematian Selokan Mataram dan Selokan Van der Wijk. Jadwal tersebut menurutnya disampaikan sewaktu pertemuan kelompok tani, kemarin.

“Menurut informasi yang saya dengar saat pertemuan, selokan akan dimatikan selama tiga hari saja. Tidak sebulan atau dua minggu seperti tahun sebelumnya. Sebab tidak ada proyek perbaikan yang menyertai pematian itu. Sedangkan tanggal pematiannya, Senin (11/8) sampai Rabu (13/8) depan,” tutur anggota Kelompok Tani Mekar Lestari Sumberagung ini.
Sedangkan menurut Mujilan, petani yang juga Ketua RT 04 Bantulan Mladri, Desa Margokaton, Kecamatan Seyegan, rencana pematian kedua selokan itu juga telah diumumkan di kampungnya, saat rapat Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD). Namun soal tanggal pematian, ia menyebut Rabu (13/8) hingga Jumat (15/8) depan.

Baik Jumingun maupun Mujilan menyambut baik pendeknya waktu pematian selokan, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sebab jadwal pematian itu tidak akan terlalu mengganggu tanaman mereka, yang saat ini sedang membutuhkan banyak air.
Pendeknya waktu pematian selokan juga disambut positif oleh petani di daerah Kalasan. Darjo (78), warga Kowang Tamanmartani Kalasan Sleman mengatakan, jika waktu pematian hanya tiga hari, maka tidak akan mempengaruhi terhadap perairan sawahnya. “Namun kalau sampai hitungan bulan, maka jelas menghambat,” ujarnya.

Dikonfirmasi di kantornya, Kepala Dinas Pengairan, Pertambangan dan Penanggulangan Bencana Alam (P3BA) Sleman, Ir Widi Sutikno MSi menjelaskan, berdasarkan rapat dengan propinsi yang juga membahas usulan dari Sleman, tahun ini tidak ada pematian total terhadap Selokan Mataram dan Selokan Van der Wijk. (Sto/*-9)-n

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Program Super Murah "Back To School" Matahari Godean Toserba & Swalayan

Kasus Corona DIY Tambah 10 Jadi 169, Ada dari Klaster Gereja dan Indogrosir

Bebas 2 Pekan, Napi Asimilasi di Yogya Diciduk Gegara Nyolong Motor