Pelaku Wisata Khawatirkan Dampak Krisis

SLEMAN (KR) - Para pelaku wisata di Sleman mencemaskan krisis global bakal berdampak pada kunjungan wisatawan. Namun demikian, mereka tetap akan dapat memenuhi target yang telah ditetapkan. Kekhawatiran dan kecemasan para pelaku wisata ini terungkap dalam Silaturahmi dan Halal Bihalal Pelaku Wisata Sleman dengan Bupati Drs H Ibnu Subiyanto di Pendapa Parasamya Sleman, Senin (20/10) malam. Bupati yang didampingi Wakil Bupati Drs H Sri Purnomo dan jajarannya menerima silaturahmi dari para pelaku wisata seperti PHRI DIY, ASITA, HPI, Paramaboga, Pemandu Wisata, Forkom Desa Wisata, Asosiasi PT Kepariwisataan, pelaku kesenian, perajin dan stakeholder kepariwisataan yakni Kantor Imigrasi DIY, Kepala Bandara Adisucipto dan Polisi Pariwisata.

Pada kesempatan itu juga ditampilkan kesenian Kuntulan dari Brajan Sendangagung Minggir yang sekaligus dimanfaatkan untuk gladi terakhir kesenian asli Sleman ini. Mereka akan pentas dalam Acara Adeging Ngayogyakarta di TMII Jakarta, 26 Oktober 2008.
Terhadap kekhawatiran para pelaku wisata ini, Bupati minta adanya persiapan untuk menyelamatkan sektor wisata yang pasti akan terpengaruh krisis global. Pemkab Sleman sendiri merupakan institusi yang paling konsen untuk mengatasi masalah ini. "Hanya saja dalam industri pariwisata, pasar bersifat spesifik karena dalam pariwisata ada lompatan untuk melakukan aktivitas dalam merebut sumber-sumber keuangan. Di masyarakat terjadi anomali.

Kalau terjadi krisis, justru lapangan golf akan semakin laris. Para eksekutif bingung mau berbuat apa, akhirnya main golf saja," jelasnya. Dikatakan pula, dalam menghadapi krisis yang penting adalah bagaimana melihat dengan cermat potensi pasar dan potensi wisata dunia. Untuk itu diperlukan seleksi dan langkah bersama untuk gerakan pariwisata di Sleman dan DIY. Semua itu agar pelaku wisata tidak nervous kehilangan yang sudah ada, tetapi menyelamatkan yang belum hilang dan memilih langkah serta tindakan yang benar agar bisnis tidak hancur dan industri pariwisata tidak rusak.

"Ke depan perlu ditata lagi dan dibangun kesepakatan untuk langkah ke depan. Masyarakat pariwisata Sleman dan DIY agar bahu- membahu untuk membangun daerah dan menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih baik. Masih banyak jalan yang harus dilalui dan disepakati untuk tidak ketinggalan kereta," tambah Ibnu. (Has)-z

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Program Super Murah "Back To School" Matahari Godean Toserba & Swalayan

Kasus Corona DIY Tambah 10 Jadi 169, Ada dari Klaster Gereja dan Indogrosir

Bebas 2 Pekan, Napi Asimilasi di Yogya Diciduk Gegara Nyolong Motor