REKOMENDASIKAN 88 KADES IKUTI PISOWANAN; Apdesi ’Bodronoyo’ Tolak Capreskan Sultan

PANJATAN (KR) - Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) ‘Bodronoyo’ Kulonprogo hanya merekomendasikan sebanyak 88 Kepala Desa (Kades) untuk mengikuti acara Pisowanan Ageng di Alun-alun Utara Yogyakarta, Selasa (28/10) siang. Kehadiran warga di luar 88 Kades tersebut bukan menjadi tanggung jawab Apdesi ‘Bodronoyo’ Kulonprogo.

Ketua Apdesi ‘Bodronoyo’ Kulonprogo Sukarman yang dihubungi KR di ruang kerjanya, Selasa (28/10) mengungkapkan Apdesi memberikan kebebasan kepada anggotanya. Sesuai jumlah desa yang ada di Kabupaten Kulonprogo, hanya menyertakan 88 Kades. Partisipasi kehadiran para Kades dari Kulonprogo untuk mendukung keistimewaan Yogyakarta dengan menetapkan Sultan Hamengku Buwono X dan Paku Alam IX sebagai Kepala Daerah Propinsi DIY.
”Apdesi ‘Bodronoyo’ Kulonprogo tidak sepakat kalau dalam Pisowanan Ageng tersebut untuk mendesak agar Sri Sultan Hamengku Buwono X bersedia dicalonkan sebagai presiden dalam Pemilu mendatang. Kami sepakat apabila dalam pisowanan ageng itu untuk membulatkan tekad penetapan Ngarso Dalem dan Paku Alam sebagai Kepala Daerah Propinsi DIY,” jelas Sukarman.
Menurutnya keputusan dari hasil rapat para Kades dan para pejabat tinggi di lingkungan Pemkab Kulonprogo, anggota Apdesi ‘Bodronoyo’ bersama para pejabat tinggi Pemkab, memiliki otoritas sendiri untuk menentukan sikap pada acara tersebut untuk mendukung keistimewaan Yogyakarta. Keikutsertaannya dalam acara tersebut tidak memberikan dukungan pencalonan presiden Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Apdesi ‘Bodronoyo’ Kulonprogo tidak mengerahkan massa, jelasnya mensinyalemen tujuan Pisowanan Ageng sudah tidak murni lagi. Apdesi mensinyalemen ada yang mempunyai kepentingan dalam acara tersebut untuk pengerahan massa sebanyak-banyaknya. Yaitu dengan cara bersedia menanggung biaya transportasi bagi para peserta. Dengan kondisi ini dikhawatirkan dalam pelaksanaannya terjadi rawan konflik.
Lebih lanjut dijelaskan dari sebanyak 88 Kades yang direkomendasikan mengikuti acara Pisowanan Ageng tidak diharuskan hadir. Keberangkatan dari daerah masing-masing, tidak dikoordinasikan. Apdesi tidak merekomendasikan Sekretaris Desa (Sekdes), perangkat desa, dukuh, RW, RT dan warga untuk menghadiri acara tersebut.
Sikap tersebut untuk menjaga keutuhan antara Apdesi ‘Bodronoyo’ dan birokrasi di lingkungan Pemkab Kulonprogo yang selama ini sudah terjalin hubungan yang harmonis. Selain itu, keamanan yang menjadi dasar pertimbangan Apdesi.
”Pisowanan berlangsung sampai sore hari. Apdesi tidak melarang warga untuk hadir. Perlu menjadi pertimbangan pisowanan berlangsung sampai sore. Dalam perjalanan kembali ke rumah sudah malam, kalau ada apa-apa bukan menjadi tanggung jawab Apdesi,” katanya. (Ras/Ben)-z

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Program Super Murah "Back To School" Matahari Godean Toserba & Swalayan

Kasus Corona DIY Tambah 10 Jadi 169, Ada dari Klaster Gereja dan Indogrosir

Bebas 2 Pekan, Napi Asimilasi di Yogya Diciduk Gegara Nyolong Motor