14 Parpol tidak penuhi kuota perempuan

HARIAN JOGJA- BANTUL : Sebanyak 14 dari 38 partai politik peserta pemilu 2009 di Kabupaten Bantul tidak memenuhi kuota perempuan 30%. Nurudin Latif, anggota KPUD Kabupaten Bantul Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Humas dan Data Informasi, mengatakan, meski tidak memenuhi ketentuan, tidak akan ada sanksi apapun untuk partai tersebut.

Ke-14 partai tersebut adalah PKPB, PPRN, PBN, PAN, PKB, PKP, Partai Republikan, PDS, PDIP, Partai Patriot, Partai Demokrat, PKNU, Partai Merdeka, dan Partai Buruh.

“Tidak ada masalah meski tidak memenuhi ketentuan 30%, sudah menjadi kewajiban dari KPU untuk mengumumkan keterwakilan kuota perempuan di partai politik,” terang Latif, panggilan Nurudin Latif.

Latif mengatakan, setelah ada pengumuman ini, menjadi hak masyarakat untuk memberikan penilaian terhadap partai politik dan calon anggota legislatif. “Komposisi dari tiap partai politik pasti menjadi pertimbangan tersendiri dari masyarakat, untuk memilih caleg yang dipercaya,” ungkap Latif.

Sementara itu, Budi Wiryawan, Ketua KPU Kabupaten Bantul mengatakan, ada beberapa penyebab tidak terpenuhinya kuota perempuan. “Perempuan masih memiliki perasaan canggung terjun ke pentas politik,” terang Budi.

Selain itu, ada faktor budaya yang 'mengungkung' perempuan. “Misal, jika ada perempuan yang akan maju menjadi caleg, tapi suami tidak mengizinkan, ini menjadi masalah,” terang Budi.

Dia menyayangkan perempuan minim berkiprah di politik, karena ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kualitas perempuan dan menuntaskan berbagai persoalan yang dialami perempuan.

Dalam kesempatan ini, KPUD Kabupaten Bantul juga melakukan koreksi terhadap jumlah caleg yang masuk dalam DCT. “Jika kemarin [Kamis,30/10] dikatakan jumlah caleg sebanyak 529 orang dengan 353 laki-laki dan caleg perempuan 176, setelah diteliti kembali, ada perubahan, jumlah caleg laki-laki sebanyak 352 orang dan caleg perempuan 177 orang,” terang Latif.

Sementara itu, Feri Nur Sadono, Ketua PKPB Kabupaten Bantul ketika diminta tanggapan mengenai kuoata perempuan, mengatakan partai sudah membuka kesempatan yang sama, untuk laki-laki maupun perempuan, untuk maju menjadi caleg. “Kita semua sudah banyak mendorong perempuan untuk berkiprah dalam politik,” terang Feri.

“Namun, mungkin ada pertimbangan yang menjadikan kaum perempuan masih malu,” ujarnya. Menurutnya, jika memaksakan memenuhi kuota tanpa memperhatikan kualitas caleg, malah akan menjadi preseden buruk.


Oleh Dian Ade Permana

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Program Super Murah "Back To School" Matahari Godean Toserba & Swalayan

Kasus Corona DIY Tambah 10 Jadi 169, Ada dari Klaster Gereja dan Indogrosir

Bebas 2 Pekan, Napi Asimilasi di Yogya Diciduk Gegara Nyolong Motor