BUGIAKSO RAMAIKAN BURSA CAWAPRES ; Sultan Capres, Tak Hambat RUUK

YOGYA (KR) - Majunya Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai calon presiden, tidak akan menghambat pembahasan Rancangan Undang-Undang Keistimewaan (RUUK) DIY. Bahkan perpanjangan masa jabatan, membuka peluang Sultan untuk bertarung dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009.
”Memang keputusan Sultan untuk maju sebagai calon presiden bisa berpengaruh dalam pembahasan, termasuk dalam soal waktu. Namun demikian, bukan berarti menghambat,” ujar pakar ilmu pemerintahan UGM, Dr Purwo Santoso kepada KR, Minggu (2/11).

Menurutnya, masa perpanjangan Sultan sebagai gubernur selama 3 tahun, memberi ruang waktu yang panjang bagi pembahasan RUUK. Meski nantinya terjadi pergantian anggota DPR RI pasca Pemilu, masih ada ruang waktu untuk melakukan pembahasan lanjutan RUUK.
Dalam kesempatan itu, Purwo Santoso menilai positif sikap Sultan yang berusaha mendekatkan diri dengan rakyat, dengan menyatakan bahwa dirinya bukan lagi ‘Wong Agung’. Semakin dekat dengan rakyat, justru akan dibutuhkan.
Salah satu keluarga kraton, GBPH Prabukusumo enggan berkomentar banyak terkait majunya Sultan Hamengku Buwono X dalam Capres Pemilu tahun depan. Dia hanya menyatakan kalau keistimewaan DIY akan jauh istimewa jika Sultan tetap menjadi gubernur.
Jika Sultan tetap menjadi gubernur, dia bisa menyarankan kepada masyarakat Yogya untuk memanfaatkan beberapa lahan di Sultan Ground (SG) untuk usaha mereka.
Menurut adik Sultan ini, kraton memiliki beberapa lahan SG. Tanah tersebut jika dimanfaatkan maksimal oleh warga Yogya, tentu akan menolong perekonomian mereka. ”Itu bisa dilakukan jika Sultan tetap menjadi gubernur,” ujar Prabukusumo yang juga Ketua DPD Partai Demokrat DIY.
Bursa Cawapres
Sementara itu, bursa Calon Wakil Presiden (Cawapres) kian bergulir. Salah satu keluarga besar Jenderal Soedirman, Ir Drs H Bugiakso ikut meramaikan. Ia akan diduetkan dengan mantan Gubernur DKI, Sutiyoso. Menanggapi hal tersebut, Bugiakso yang juga Ketua Umum Jenderal Soedirman Center (JSC) dan Ketua Umum Keluarga Besar Putra-Putri Polri (KBPPP) menyatakan, pihaknya masih menunggu keputusan dari pimpinan Jenderal Soedirman Center (JSC). ”Memegang suatu jabatan berarti saya harus siap menanggung risiko. Jangan sampai rakyat menderita sementara pimpinannya justru senang-senang,” katanya usai menggelar dzikir akbar memperingati Hari Pahlawan di Desa Donolayan Donoharjo Ngaglik Sleman, Minggu (2/11).
Ditegaskan, pada dasarnya pihaknya hanya ingin memperjuangkan Indonesia untuk menuju kehidupan yang lebih makmur lagi. ”Kalau memang saya dinyatakan mampu, kenapa tidak?” tanyanya.
Di sisi lain, dari keluarga besar Jenderal Soedirman sendiri akan mendukung langkah Bugiakso yang akan bertarung di Pemilu tahun depan. ”Kita akan mendukung penuh, karena sebagai keturunan Jenderal Soedirman harus siap berjuang demi nama bangsa,” ungkap M Teguh Soedirman, putra Jenderal Soedirman.
Sedang kegiatan dzikir bersama yang diselenggarakan Jenderal Soedirman Center (JCS) diikuti sekitar sepuluh ribu warga dari berbagai elemen masyarakat. Hadir juga Ketua DPD Partai Demokrat DIY GBPH Prabukusumo. Setelah di Yogyakarta, kegiatan serupa juga akan berlangsung di Garut Jawa Barat pada Kamis (7/11) dan terakhir di Surabaya, Senin (10/11).
Bugiakso dalam keterangan pers mengungkapkan, kegiatan ini murni untuk memperingati Hari Pahlawan yang jatuh setiap 10 November. ”Ini bertujuan untuk mendoakan almarhum Panglima Besar Jenderal Soedirman dan para pahlawan nasional lainnya, tidak ada yang lain” imbuhnya.
Dia mengatakan, yang di Garut rencananya akan dilaksanakan di lapangan Nagrog Garut dengan 10.000 jamaah di wilayah Jawa Barat. Sedang sebagai acara puncak, Haul Akbar Pahlawan Nasional akan digelar di Tugu Pahlawan Surabaya (Jawa Timur), dengan 10.000 hadirin dan menghadirkan jamaah Qurro’ wal Huffadz dari 38 kabupaten atau kota se-Jawa Timur.
”Dzikir dan doa bersama sudah lazim dilakukan masyarakat, terutama umat Islam. Sehingga dengan cara inilah keteladanan para pahlawan bisa dirasakan lebih dekat oleh masyarakat melalui caranya sendiri. Kita akan membacakan doa untuk Pangsar Jenderal Soedirman dan para pahlawan lainnya,”tutur Bugiakso.(Jon/*-9)-f

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Program Super Murah "Back To School" Matahari Godean Toserba & Swalayan

Kasus Corona DIY Tambah 10 Jadi 169, Ada dari Klaster Gereja dan Indogrosir

Bebas 2 Pekan, Napi Asimilasi di Yogya Diciduk Gegara Nyolong Motor