|

Calo CPNS Mengaku Sebagai Korban

HARIAN JOGJA - WONOSARI : Dua orang yang selama ini diduga sebagai calo penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS), berinisial B dan Ng warga Playen, angkat bicara. Keduanya mengaku keduanya juga menjadi korban penipuan, sama seperti 24 nama peminat CPNS jalur titipan.
Pengakuan ini diungkapkan B dan Ng saat bertemu secara khusus dengan Harian Jogja, Jumat (21/11). B dan Ng sendiri menampik tuduhan disebut sebagai calo maupun makelar CPNS. Meski dalam percakapan dengan koran ini keduanya sempat saling menyalahkan dan nampak tidak kompak.
Dari pengakuan mereka, disebut nama Abdul Hafid salah seorang PNS di Departemen Agama Jakarta yang selama ini bisa menjamin seseorang menjadi PNS tanpa melalui seleksi.

“Jadi bukan kami. Kami hanya dijanjikan seseorang bernama Abdul Hafid PNS di Depag pusat karena kami sudah bertemu di Jakarta. Kami juga korban karena kami juga sempat menitipkan saudara-saudara kami, yang sampai saat ini belum mendapatkan kejelasan, sebagaimana nama-nama yang lain,” kata Ng didampingi B kepada Harian Jogja.
Lebih jauh, Ng menceritakan awal mula pertemuan dengan Abdul Hafid di Jakarta sekitar setahun yang lalu. Kepada kedua bersaudara ini, menurut Ng, Abdul Hafid mengaku bisa menjamin saudaranya yang berniat menjadi CPNS dengan syarat menyerahkan sejumlah uang. “Awalnya memang khusus untuk saya saja, dan melebar ke B juga menitipkan dua anaknya, namun sampai saat ini belum terealisasi,” kata Ng.
Mendapat jaminan Abdul Hafid yang dianggap memiliki posisi strategis di Departemen Agama, dan juga memiliki jalur kuat di Departemen Pertanian, kabar tersebut langsung menyebar ke sejumlah teman dekat B maupun Ng. “Di situlah awal mulanya. Jadi kami selain korban, niat kami hanya menolong,” tambah B yang mengaku nampak khawatir dengan ancaman sanksi terkait kasus ini.

Terkait dengan munculnya kwitansi pembayaran untuk DP CPNS Deptan, B tidak menampak lantaran memang Abdul Hafid meminta sejumlah uang. Dana tersebut akan digunakan untuk memperlancar nama CPNS warga Gunungkidul menjadi abdi negara. Seluruh uang DP CPNS dari beberapa nama, lanjut B, sudah diserahkan Abdul Hafid baik melalui transfer maupun penyerahan langsung.
Kedua bersaudara ini memastikan, saat ini uang DP sudah dikembalikan kepada korban. Saat ini tinggal tiga nama yang belum dikembalikan. “Dalam waktu dekat ini saya akan berangkat ke Jakarta untuk mengambilkan uang tiga peminat ini, karena memang perjanjian awal uang bisa diambil. Besok pagi (hari ini) saya akan berangkat ke Jakarta,” kata Ng meyakinkan.

Ditanya Harian Jogja, jumlah uang muka CPNS yang berada di tangan PNS di Departemen Agama tersebut, B dan Ng memastikan ada sekitar Rp125 juta, yang merupakan uang DP dari nama-nama peminat. “Jadi niat kami menolong, maka tanggung jawab kami akan mengambilkan uang itu juga dari Abdul Hafid, besok pagi berangkat Jakarta,” imbuh Ng.
Meskipun berjanji akan mengembalikan uang DP yang telah diserahkan kepada seseorang bernama Abdul Hafid, Ng maupun B mengaku janji pengangkatan CPNS di dua Departemen itu akan tetap menjadi kenyataan. “Uang akan kami kembalikan meski konon pertengahan Desember bulan depan berpeluang akan diangkat,” kata B dengan harap polisi tidak gegabah melangkah.
Kendati tidak menyebutkan secara gamblang nama dan alamatnya, bapak berkumis dan bertubuh gempal ini mengaku sudah ada tiga nama yang menarik diri dengan meminta uang DP yang semula di setor.
Sementara itu pantauan Harian Jogja di Polres Gunungkidul nampak belum ada perkembangan yang signifikan. Sejumlah personel yang ditunjuk masuk sebagai timsus menangani kasus ini nampak hati-hati mengeluarkan pernyataan. “Ada baiknya berita malah sumene dulu, karena nanti malah mengganggu penyelidikan kami mas, oke? Kami yakin akan melangkah kok,” kata Iswanto Kasat Reskrim Polres Gunungkidul.
Oleh Endro Guntoro


Posted by Wawan Kurniawan on 16.53. Filed under , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels