Kamis, 27 November 2008

YOGYA (KR) - Menurut data Disnakertrans Kota Yogyakarta jumlah pencari kerja (updating 2007) mencapai 34.641 orang. Jumlah angkatan kerja ini setiap tahun terus meningkat sehingga pengangguran juga bertambah. Akibatnya kesempatan kerja sangat terbatas sementara angkatan kerja yang membuka usaha mandiri juga masih rendah.
Hal itu dikemukakan Kepala Disnakertrans Kota Yogya, Widorisnomo ketika membuka Rapat Koordinasi Jejaring Informasi Bidang Pelatihan Dan Produktivitas di Wisma Batik, Selasa (25/ 11).

Rakor yang bertujuan untuk menjembatani komunikasi tripartit antara pemerintah, buruh dan pengusaha ini diikuti oleh perwakilan asosiasi pengusaha, perwakilan tenaga kerja penyandang cacat (penca) dan instansi terkait.
“Pelatihan kerja merupakan langkah strategis untuk menangani kesenjangan kualitas kerja maupun mempersiapkan tenaga kerja untuk usaha mandiri,” katanya.
Kebijakan yang ditempuh Pemkot di bidang tenaga kerja dengan mendorong penciptaan lapangan kerja formal yang seluas-luasnya serta memfasilitasi peningkatan produktivitas tenaga kerja.
Secara khusus Widorisnomo mengatakan kebijakan yang ditetapkan adalah peningkatan kualitas dan produktivitas melalui pengembangan jejaring kerja sama, peningkatan pelatihan dan pemagangan dan peran serta dunia usaha untuk bidang-bidang yang prospektif dan berorientasi pada pasar kerja.
“Untuk itu tenaga kerja harus diberdayakan supaya mereka memiliki nilai lebih dalam arti lebih mampu, lebih terampil dan lebih berkualitas. Supaya dapat berdaya guna secara optimal dalam pembangunan dan mampu bersaing dalam era global,” terang Widorisnomo.

Ditambahkan, penyiapan tenaga kerja oleh Pemkot dilakukan melalui pendidikan formal, latihan kerja, pengembangan ditempat kerja serta perbaikan gizi dan kesehatan.
Keempat jalur pengembangan ini saling terkait dan menunjang sebagai satu sistem untuk meningkatkan harkat, mertabat, mutu dan kemampuan tenaga kerja sebagai sumber daya manusia. Untuk itu diperlukan keterpaduan dalam pembinaan sumber daya serta dukungan stakeholder. (Nik)-f

1 komentar:

kami adalah lembaga ENTREPRENEUR KIDS, kami mempunyai program pendampingan usaha untuk anak-anak USIA 0-13 tahun
 
Pendampingan yang dimaksud adalah
 1. Anak-anak kami didik untuk MENABUNG
 2. lalu orangtua kami dampingi untuk mendesain satu usaha
 3. setelah jadi produk kita pasarkan bersama, dikembangkan bersama dan dibesarkan bersama
 4. setelah produk usaha sukses, maka orangtua mempunyai kewajiban untuk mengembalikan usahanya kepada anak-anak
 
 program ini kami desain agar orangtua mempunyai pola pendidikan wirausaha sejak dini dengan harapan diusia dewasa anak-anak bisa mandiri dan mempunyai satu usaha yang sudah dibangun sejak kecil dalam memasarkan produk kami mempunyai banyak cara, salah satunya kami buatkan event, bazar, seminar parenting, seminar usaha anak-anak dll
 demikian info sekilas dari kami...semoga dapat menjadikan masukan positif semua pihak untuk menanggulangi PENGANGGURAN YANG BEGITU BANYAK DIINDONESI serta DAPAT MENJADIKAN SARAN YANG EFEKTIF MENYATUKAN HUBUNGAN EMOSIONAL ANTARA ORANGTUA DENGAN ANAK
  
Sekretariat : 
ENTREPRENEUR MOSLEM KIDS
 Perum Mutiara Asri No B-3 
Belakang Kecamatan Banguntapan - Yogyakarta
 (0274) 693 2552


EmoticonEmoticon