|

Obat kuat mulai menghilang

JOGJA: Penarikan 22 jenis obat dan jamu kuat untuk pria yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) membuat obat tersebut mulai menghilang dari pasaran di DIY. Dari pantauan Harian Jogja di beberapa apotek dan toko obat yang ada di Jogja, mulai menghentikan penjualan obat tersebut. Bahkan beberapa apotek jauh-jauh hari sudah melakukan penarikan setelah mereka mendapati adanya kandungan bahan kimia tertentu.

Penarikan obat kuat itu disebabkan adanya kandungan bahan kimia berbahaya seperti sildenafil sitrat (viagra) dan tadalafil. “Kita sudah tak pernah menjual Blue Moon ataupun obat yang mengandung sildenafil sitrat sejak sekitar 2 bulan yang lalu,” tutur Danik Yulia (30), apoteker Apotek K-24 di jalan Magelang. Blue Moon dan juga Tripoten merupakan obat kuat yang cukup laris. Sikap serupa dilakukan Apotek Kimia Farma di Jalan Solo dan Apotek Pelita di Jalan Gejayan. Sejak sekitar satu bulan yang lalu apotek-apotek tersebut sudah tidak menjual obat kuat.

Jika manusia mengkomsumsi obat kuat yang mengandung sildenafil sitrat dapat menyebabkan sakit kepala, pusing, dyspepsia, mual, nyeri perut, gangguan penglihatan, perintis (radang hidung, infarak mio kard, nyeri dada, denyut jantung cepat, dan kematian). Sedangkan obat yang mengandung tadalafil dapat menyebabkan nyeri otot, pusing, sakit kepala, mual, diare, nyeri abdomen, dyspepsia, nyeri punggung, muka memerah, hidung tersumbat, fotosensitifitas dan kehilangan potensi seks permanen.

Zat kimia tadalafil ini bersifat melebarkan pembuluh darah yang menyebabkan penurunan darah, pasokan oksigen, aliran darah ke jantung menurun, nyeri dada, irama jantung tak stabil, dan stroke. Muhammmad Djazim, apoteker sekaligus pemilik Apotek Pelita berpandangan bahwa saat ini pengawasan terhadap obat-obat keras semakin kurang ketat. Seringkali masyarakat terkecoh dengan iklan obat-obat tersebut di televisi. “Seringkali dipromosikan bahwa itu obat herbal tapi setelah diteliti bukan,” tutur Djazim.

Latar belakang persaingan yang ketat antarprodusen obat menyebabkan obat-obat keras makin banyak berkeliaran bebas dipasaran. “Sebelum membeli obat sebaiknya amati dulu dengan seksama obat itu atau tanyakan dulu apa kandungan obat itu ke apoteker. Jangan terkecoh iklan,” tambah Djazim.
Obat kuat macam Blue Moon harganya cukup mahal, Rp36.000 sampai Rp38.000. Sementara Tripoten per strip (4 biji) harganya Rp8.000. Kedua macam obat itu merupakan obat kuat pria yang lebih dikenal masyarakat luas karena promosinya. Sementara ke-20 obat kuat lainnya yang ditarik BPOM dari peredaran biasanya kurang dikenal masyarakat seperti Caligula-Kapsul (Pabrik Jamu Air Madu,-Magelang), Top One-Kapsul (PJ Paladiva-Solo), Manovel (PT Sari Sehat Q.Capung Indah Abadi-Magelang), dan Lak Gao 69 (PJ Jaya Sakti Mandiri- Semarang)

Meski di beberapa apotek di Jogja telah menghentikan penjualannya namun masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang penarikan tersebut. Ini ditunjukkan masih adanya beberapa apotek yang masih menjual Tripoten.

Langkah tepat

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) DIY menilai penarikan tersebut langkah yang tepat. “Selama ini memang produk tersebut dijual bebas di pasaran, dan berbahaya bagi orang yang menderita gangguan jantung dan tekanan darah rendah,” kata Ketua IDI DIY, Adam Suyadi kepada Harian Jogja, kemarin.
Selain obat kuat, jelas dia, saat ini marak pembelian obat yang dilakukan oleh warga, tanpa menggunakan resep. Padahal terdapat aturan dan larangan yang jelas menggunakan obat-obatan yang ada. “Di bagian luar kemasan jelas. Untuk obat berwarna hijau, itu harus menggunakan resep, dan terdapat petunjuk penggunaannya, jangan sampai melebihi aturan, itu sudah ditetapkan,” terang dia.

Untuk menghindari terjadinya permasalahan yang ditimbulkan, saat ini, pihaknya mengimbau kepada warga untuk kembali menerapkan pola hidup sehat, dan menaati aturan penggunaan obat sesuai yang tertera dalam resep dan kemasan obat. Sekadar diketahui, dari 22 item produk yang ditarik oleh BPOM, 5 di antaranya adalah obat tradisional impor, 14 obat tradisional, 1 suplemen makanan impor, dan 2 suplemen makanan lokal.

Tips & Saran

1.Jangan beli obat tanpa menggunakan resep dokter
2.Minumlah obat sesuai dosis yang ada
3.Lihat kemasan baik-baik, jangan asal membeli, jika harus menggunakan resep maka turutilah.
4.Kembangkan pola hidup sehat.

Pribadi Wicaksono
Harian Jogja

Posted by Wawan Kurniawan on 16.22. Filed under , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels

Recently Added

Recently Commented