Pemkot subsidi 25% gaji penca

HARIAN JOGJA: Langkah positif kembali diambil Pemkot Jogja. Setelah program Yogya Emergency Service (YES) 118, kini Pemkot akan mensubsidi perusahaan yang mempekerjakan penyandang cacat (penca).
Untuk tahap awal, Pemkot baru menganggarkan Rp25,7 juta untuk program tersebut. Dengan dana sebesar itu, diharapkan bisa mensubsidi 25% atau sekitar Rp250.000 gaji penca di perusahaan tempat mereka bekerja.

“Ini baru tahap awal. Dana itu dianggarkan melalui APBD Perubahan 2008. Dan bukan berarti perusahaan tidak membayarkan gaji bulanan karena ini bersifat insentif,” kata Kepala Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi Pemkot Jogja, Wedoresnomo kepada wartawan usai sosialisasi program tersebut pada perusahaan di Jogja Fish Market, Jumat.

Dana Rp25,7 juta itu sekilas memang terlihat kecil. Namun sebenarnya dana itu hanya digunakan untuk dua bulan saja yakni November dan Desember. “Selanjutnya nanti akan dianggarkan lagi melalui APBD 2009,” tambahnya

Dana sebesar itu diperuntukkan bagi 58 penca. Jumlah tersebut menurutnya baru 15% dari 350 penca usia produktif yang ada di Jogja yang bekerja. ''Jumlah penca di Jogja cukup banyak hampir 4.000 tapi yang usia produktif kita data sekitar 350 orang,'' tambahnya.

Pada 2009 mendatang, pihaknya akan menganggarkan dana yang sama bagi 100 penca di Jogja . Program itupun akan terus bergilir hingga seluruh penca produktif bisa terserap ke perusahaan yang ada. “Bagi penca asal Jogja yang bekerja di luar Jogja juga bisa mendapatkannya,” tambahnya.

Ditambahkan Wedoresmono, dana tersebut merupakan bentuk stimulasi bagi perusahaan agar mau mempekerjakan penca. “Tentunya juga berdasarkan kompetensi penca itu sendiri dan juga berdasarkan kecacatannya,” terang Wedo.

Sosialisasi kemarin dihadiri 60 perusahaan di Jogja. Berdasarkan data Disnakertrans sebenarnya ada 1.500 perusahaan di Jogja. Namun dari jumlah itu yang memiliki karyawan lebih dari 100 hanya 60 perusahaan sehingga perusahaan tersebut yang diundang.

Beri pelatihan
Sementara itu Kabid Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Kota Jogja Marsudi menambahkan pihaknya juga akan memberikan pelatihan khusus bagi para penca di Jogja agar memiliki ketrampilan.
“Dengan begitu para penca juga bisa bersaing dan memiliki kompetensi masuk ke beberapa perusahaan,” katanya.
Diakuinya, stimulasi berupa bantuan sosial dari Pemkot tersebut bukan hanya diperuntukan bagi perusahaan yang baru akan mempekerjakan penca. Tetapi perusahaan yang telah mempekerjakan penca, juga akan diverifikasi dan diberi bantuan sosial tersebut.

“Stimulasi itu terbagi dalam beberapa item, antara lain dimasukkan dalam unsur gaji dan juga masuk ke unsur jaminan sosial tenaga kerja penca,” tambahnya.
Sedangkan Haryono, pengawas Ketenagakerjaan Disnakertrans Jogja mengatakan, 350 lebih penca produktif di Jogja memiliki kompetensi pendidikan dari SD hingga perguruan tinggi. Sejauh ini penyerapan penca ke sektor tenaga kerja memang belum seperti yang diharapkan.

Oleh Jumali

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Program Super Murah "Back To School" Matahari Godean Toserba & Swalayan

Kasus Corona DIY Tambah 10 Jadi 169, Ada dari Klaster Gereja dan Indogrosir

Bebas 2 Pekan, Napi Asimilasi di Yogya Diciduk Gegara Nyolong Motor