Penyaluran raskin dimulai 4 November

Harian Jogja - SLEMAN: Sesuai dengan surat keputusan (SK) Gubernur, khusus untuk tahun ini jatah beras untuk keluarga miskin (Raskin) untuk Kabupaten Sleman mendapatkan tambahan penyaluran selama dua bulan. Direncanakan, mulai 4 November besok, penyaluran tambahan jatah raskin akan mulai dilakukan.
RC Sigit Turyanto, Kabid Sosial Dinas NakersosKB Sleman mengatakan, jatah yang akan diberikan dari bulog tidak mengalami perubahan, yakni 52.976 RTS. “Jumlah penerima raskin masih tetap, termasuk tiga desa yang menerima sanksi penundaan karena pembayarannya belum lunas yakni Desa Sariharjo, Sinduadi, dan Harjobinangun. Hanya saja jatah untuk tiga desa itu tetap dipending

“Kita tetap akan mempertahankan untuk tidak melakukan penyaluran jatah terhadap tiga desa tersebut. Hal ini kita lakukan sebagai shock therapy agar mereka disiplin dalam melakukan pembayaran. Meski kami mengakui, selama Oktober kemarin, mekanisme cash and carry belum dapat diterapkan sepenuhnya,” jelasnya.

Menurutnya, untuk program sosial saat ini, jumlah penerima bantuan sosial seperti BLT maupun raskin memang sudah tidak sesuai lagi, sehingga perlu adanya pendataan ulang. Saat ini, BPS Sleman tengah melakukan proses pendataan penerima bantuan. “Proses pendataan ini diperlukan karena dalam rentang waktu setahun saja, kondisi sosial ekonomi masyarakat bisa berubah, sehingga perlu dilakukan pendataan ulang jangan sampai salah sasaran dalam pemberian bantuan. Untuk mekanisme pendataan, kami serahkan ke BPS,” ujarnya.

Dia menjabarkan, jadwal penyaluran pertama akan dilaksanakan 4 November di Kecamatan Berbah dan Depok. Dengan total droping 71.805 ton untuk 4.787 RTS di dua kecamatan tersebut. Dengan 2.520 RTS untuk kecamatan Berbah dan 2.267 RTS untuk Kecamatan Depok.

Terpisah, Kriswanto, Kepala Dinas NakersosKB mengatakan jika pihaknya tidak mempermasalahkan tiga desa yang jatahnya ditunda, meski berarti jatah raskin tidak terserap 100% seperti tahun-tahun sebelumnya. “Daripada tanggung dalam penyalurannya nanti, lebih baik ditunda untuk kemudian dilanjutkan ke tahun anggaran berikutnya,” ucapnya.

Oleh Wulan Weningrestri
Harian Jogja



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Program Super Murah "Back To School" Matahari Godean Toserba & Swalayan

Kasus Corona DIY Tambah 10 Jadi 169, Ada dari Klaster Gereja dan Indogrosir

Bebas 2 Pekan, Napi Asimilasi di Yogya Diciduk Gegara Nyolong Motor