Perlu, Calon Perseorangan dalam Pilpres

YOGYA (KR) - Cara pemilihan langsung oleh rakyat untuk presiden dan wakil presiden telah mengembalikan kedaulatan kepada rakyat. Pengembalian kedaulatan ini harus dibarengi adanya pencalonan secara perseorangan yang proporsional, selain melalui parpol atau gabungan parpol, sehingga ada dua pintu pencalonan presiden dan wapres.

"Ketentuan pencalonan presiden dan wapres harus diusulkan dari parpol atau gabungan parpol menunjukkan sikap 'setengah hati' MPR dalam melepaskan kewenangannya," kata pakar hukum tata negara UII Hj Ni'matul Huda SH MHum, dalam acara diskusi dan launching buku 'UUD 1945 dan Gagasan Amandemen Ulang' di Kampus Fakultas Hukum UII Jalan Tamansiswa Yogya, baru-baru ini.
Menurut Ni'matul Huda, dalam mengusung gagasan calon perseorangan dalam pilpres ternyata DPD RI jauh lebih 'cerdas' dari lembaga negara lainnya. Terbukti usulan DPD tersebut ditolak sejumlah anggota DPR, dengan alasan Pasal 6 UUD 1945 sudah menetapkan pencalonan itu ada pada parpol atau gabungan parpol.

Putusan Mahkamah Konstitusi yang mengabulkan calon perseorangan dalam pemilihan kepala daerah, jelas Ni'matul Huda, seharusnya menginspirasi jiwa-jiwa prodemokrasi dalam lembaga parlemen untuk mencerdaskan diri dan mengenali jati diri kedaulatan rakyatnya. Bukan malah bersikap 'membatu' dan acuh tak acuh dengan arus perubahan.

"Andai sikap parpol tidak berubah dan terus menghalangi tuntutan rakyat untuk munculnya calon perseorangan baik dalam pilpres maupun pilkada, bisa dipastikan rakyat akan semakin 'alergi' dengan parpol. Penggembosan akan berulang seperti yang pernah terjadi di era Orde Baru," terangnya.
Ia mengakui, parpol adalah faktor penting dalam proses demokratisasi. Kehadiran calon perseorangan diharapkan bisa mendorong parpol membenahi diri agar bisa berperan optimal dalam sistem politik demokratis. Diharapkan ada dialektika antara parpol dan masyarakat sipil yang akan membentuk jaringan untuk mengusung calon perseorangan. (*-4)-n

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Program Super Murah "Back To School" Matahari Godean Toserba & Swalayan

Kasus Corona DIY Tambah 10 Jadi 169, Ada dari Klaster Gereja dan Indogrosir

Bebas 2 Pekan, Napi Asimilasi di Yogya Diciduk Gegara Nyolong Motor