|

Roy : Jogja gudang cyber crime

HARIAN JOGJA: Pakar Telematika Roy Suryo menegaskan DIY masih tetap menempati urutan teratas dalam hal kejahatan dunia maya (cyber crime). Data yang ada pada ClearComerce.com menunjukkan Indonesia menjadi negara ke dua setelah Ukraina yang banyak melakukan kejahatan maya di mana Jogja sebagai kota terbesar. “Jogja jadi kota nomor satu,” ujarnya kemarin. Dari 159 kasus yang dilaporkan pada 2002, sebanyak 63 orang pelaku kejahatan berasal dari Jogja.

Bentuk kejahatan paling besar yang ada di DIY adalah penyalahgunaan kartu kredit (carding). Akibat Pembobolan uang melalui kartu kredit memberikan kerugian yang cukup besar. Namun, Roy tidak menyebut angka kerugian akibat pembobolan tersebut.

Roy menyebut sejumlah kasus terjadi pada 2005 terkait dengan penyalagunaan kartu kredit tersebut di Sleman. Pada 2004, kejadian buruk juga menimpa situs Komisi Pemilihan Umum (KPU) karena nama-nama partai diacak-acak.

Selain itu, beberapa waktu lalu terjadi kejahatan perusakan situs mabes Polri, Depkominfo, dan TNI yang ditengarai dilakukan orang Jogja. “Saat ini sedang tahap penyidikan, pelakunya orang Jogja,”kata dia.

Dia mengatakan, faktor ekonomi menjadi tujuan utama banyaknya pelaku cybver crime. “Untuk Jogja yang menyandang status Kota Pendidikan kondisi ini tentu sangat disayangkan karena kebanyakan orang-orang yang memiliki kemampuan teknologi justru digunakan untuk kejahatan,” tambahnya.

Roy juga mengkhawatirkan semakin banyaknya modul dan buku yang mengajarkan cara-cara kejahatan di dunia maya. “Ini sangat berbahaya karena menyebarkan cara-cara melakukan kejahatan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Roy menyebutkan kejahatan terorisme juga berpeluang besar masuk dalam sistem internet. Pelaku kejahatan rata-rata memiliki kemampuan teknologi untuk merusak sistem informasi yang ada.

Sayangnya saat ini Indonesia belum memiliki penyidik khusus yang menangani kasus kejahatan maya. Kebanyakan Polda di Indonesia belum memiliki unit reskrim umum dan khusus terkait dengan penyalahgunaan kejahatan. “Cyber crime masih baru, mestinya didukung petugas khusus,”imbuhnya.

DAERAH DENGAN CYBER CRIME TINGGI
di Indonesia, data 2005

Provinsi jumlah kasus
Jogja 63
Jawa Tengah 43
Jawa Barat 36
Jakarta 24
Jawa Timur 12

Sumber : ClearComerce.com

Oleh Shinta Maharani
Harian Jogja

Posted by Wawan Kurniawan on 16.31. Filed under , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels