|

SUKSES JALANKAN OTDA ; Pemda Harus Lakukan Inovasi

KR-MUNCULNYA otonomi daerah (Otda) sudah seharusnya memberikan kemandirian bagi daerah untuk berkembang. Namun kondisi yang terjadi, meski sentralisasi berubah menjadi otda, pemerintah pusat masih bimbang sehingga terkesan mengekang daerah untuk mandiri. Kondisi ini membutuhkan kreativitas pemimpin daerah untuk melakukan terobosan-terobosan guna menyejahterakan rakyatnya. Setidaknya hal itu yang mengemuka dalam bincang-bincang Gubernur Gorontalo Dr Ir Fadel Muhammad dengan jajaran Direksi KR dan Pemimpin Redaksi KR Group di ruang Direktur Utama PT BP Kedaulatan Rakyat, Rabu (19/11).

Hadir dalam bincang-bincang tersebut, Dirut PT BP Kedaulatan Rakyat Budi Setyawan, Direktur Pemasaran Fajar Kusumawardhani SE, Direktur Litbang Dr Ir Sapuan Gafar, Wapemred KR Drs Ahmad Luthfie, Pemred Koran Merapi Nurhadi, Pemred Minggu Pagi Drs Widyo Suprayogi. ”Adanya Otda, seharusnya menjadi kesempatan ekonomi rakyat untuk berkembang. Pemerintah daerah harus memiliki sikap dan mengubah paradigma lama, dari pemda yang statis dan sangat terikat birokrasi menjadi Pemda yang terus melakukan inovasi,” kata Fadel Muhammad.

Di sisi lain pemerintah pusat memberikan stimulan bagi daerah untuk berkembang, jangan malah mengekang. Hal itu juga diungkapkan Fadel Muhammad dalam kuliah umum dan bedah buku karyanya berjudul Reinventing Local Government di Program Pascasarjana (PPs) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, kemarin. Tampil sebagai pembahas Guru Besar UIN Prof Dr Syamsul Anwar MA dan Dosen UGM, Dr Munawar Ahmad. Pada hari yang sama Fadel Muhammad juga berbicara dalam Diskusi Terbatas menandai pendirian Pusat Studi Media dan Komunikasi (Pusmekom) bertema Pembangunan Daerah dan Komunikasi Politik di Daerah di Restoran Bumbu Pawon bersama Rektor UII Prof Dr Edy Suandi Hamid MEc dan Dosen Ilmu Komunikasi UII Drs Amir Effendi Siregar MA. ”Fokus yang dibahas dalam buku ini adalah peningkatan keahlian SDM, perombakan sistem pemerintahan dan pemanfaatan kemajuan teknologi informasi secara baik dan benar,” ujarnya, seraya menyebutkan, Propinsi Gorontalo adalah laboratorium tempat dirinya melakukan eksperimen untuk mewujudkan kinerja pemerintah daerah yang unggul.

Ia mencermati variabel-variabel yang dimungkinkan mempengaruhi kinerja, antara lain karakteristik daerah, budaya organisasi dan kapasitas manajemen. Hasilnya, Propinsi Gorontalo menjadi role-model wilayah kecil yang kuat. Menurut Fadel Muhammad, kepuasan seorang pemimpin adalah ketika rakyat merasakan peningkatan kemakmuran, kesejahteraan dan ketenteraman secara merata. Karena itu, kunci keberhasilan pemimpin pemerintahan seperti gubernur, bupati, walikota dan sebagainya adalah kemampuan menjalin hubungan eksternal, kesigapan dan ketepatan mengambil keputusan, keberanian menanggung risiko dan mampu memecahkan setiap masalah di wilayahnya tanpa menimbulkan persoalan baru.

Keberhasilannya memajukan Gorontalo, katanya, karena ia mampu membumikan teori-teori penyelenggaraan pemerintahan yang rumit ke dalam praktik dengan logika dan tindakan yang mudah dipahami. Berbagai persoalan mendasar di wilayahnya berhasil diidentifikasi dan dipecahkan dengan memadukan teori-teori akademik yang diperolehnya selama kuliah dan pengalaman praktisnya untuk kemudian melakukan terobosan dan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan. Fadel bercerita, sebagai pemimpin ia punya grand strategy, yakni terus menggali inovasi baru, memecahkan segala permasalahan dengan berpikir kreatif dan pelayanan birokrasi yang dinamis serta mengembangkan jiwa entrepreneur untuk menggali seluas-luasnya PAD dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Di samping itu, agar dicintai masyarakatnya, pemimpin harus memiliki akuntabilitas yang tinggi, transparan dan memberikan penghargaan kepada masyarakatnya yang berinovasi atau menghasilkan karya yang membangun. ”Kepuasan seorang pemimpin, bukan seberapa banyak kekayaan yang sudah terkumpul, tetapi bagaimana kita bisa melaksanakan kinerja secara koorporasi dan kemudian hasilnya bisa dinikmati seluruh masyarakat,” tambah Fadel. Sedang Edy Suandi mengatakan tindakan pemimpin pun menjadi penentu keberhasilan pembangunan daerah. Masyarakat telah jeli menilai bahwa mereka membutuhkan pemimpin yang memberi manfaat nyata pada mereka.

”Mereka tak butuh orang, tetapi karya yang membawa keuntungan nyata. Ini harus disikapi oleh pemimpin melalui berbagai kebijakan yang berarah pada tujuan negara yang tercantum dalam UUD 1945, yakni mensejahterakan, mencerdaskan, memerdekakan dan menjaga ketertiban dunia yang bisa diwakili dengan menilik angka pendapatan per kapita, tingkat melek huruf dan kesehatan,” jelasnya. Sedang Amir Efendi Siregar menekankan pentingnya komunikasi politik dalam mensejahterakan rakyat. Upaya ini bisa dilakukan bukan hanya melalui media massa, namun memanfaatkan seluruh media seperti cafe hingga Short Message Service (SMS) yang dilakukan Fadel di daerahnya. ”Komunikasi politik perlu untuk menangkap aspirasi masyarakat dan apa yang diinginkan pemerintah. Sehingga ada harmonisasi di kedua pihak,” ungkapnya. (Apw/Obi/M-4)

Posted by Wawan Kurniawan on 15.09. Filed under , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels

Recently Added

Recently Commented