Tiru Riau, DPRD Bantul gagas warung kejujuran

Harian Jogja - BANTUL : Kunjungan Komisi A DPRD Bantul ke Pekanbaru, Riau, 16 hingga 18 Oktober lalu, membawa oleh-oleh warung kejujuran (wajur) yang akan diterapkan di Bantul. Agus Effendi, anggota Komisi A mengatakan, warung ini bertujuan untuk membangun karakter antikorupsi mulai dari pelajar. “Konsepnya sederhana, cukup warung jajan, tanpa ada penjaga,” ujar Gus Eff, panggilan Agus Effendi, di kantornya, kemarin.
Meski tidak ada penjaga, tapi di setiap barang dagangan, sudah ditempeli label harga. Bahkan uang kembalian juga sudah disediakan di dalam kotak dengan berbagai nominal.
Metodenya, ketika mengambil barang dagangan, pelajar akan diuji jiwa kejujurannya. “Apakah akan membayar atau tidak, mengambil uang kembalian sesuai haknya atau lebih,” terang Gus Eff mengenai konsep yang dianut warung ini.

Dia mengatakan, Warung Kejujuran ini bukanlah tujuan akhir. “Ini hanyalah salah satu cara yang bisa diterapkan di Bantul,” kata Gus Eff.
Menurutnya, warung ini hanyalah jalan untuk membentuk karakter antikorupsi dan jujur di kalangan pelajar dengan dimulai dari diri sendiri. “Idealnya, jika konsep ini diterapkan sejak dini akan semakin baik, karena frame berpikir jujur dan antikorupsi harus dipupuk sedari awal,” terang Gus Eff.
Bahkan, Komisi A DPRD Kabupaten Bantul akan mengusulkan agar materi mengenai antikorupsi dapat dimasukkan dalam muatan lokal. Ketika disinggung mengenai proses menuju kejujuran pada warung ini, politisi PKS ini menuturkan, akan ada evaluasi keuangan setiap hari. “Evaluasi harus dilakukan terus menerus, data uang yang terdiri dari pembelian dan hasil penjualan, dianggap sebagai salah satu indikator tingkat kejujuran pada diri siswa,” papar Agus Effendi.
Gus Eff mengakui, warung kejujuran bukanlah faktor mutlak menilai tingkat kejujuran seseorang. “Masih ada banyak hal lain, tapi warung ini bisa digunakan sebagai sarana untuk melatih agar lebih jujur, ketika tidak ada tekanan dan pengawasan,” paparnya.
Di Kabupaten Bantul sendiri, lanjut Agus, konsep warung kejujuran layak diujicobakan terutama pada sekolah untuk mengetahui karakter dari siswa apakah punya karakter korupsi atau tidak. “Ada rencana untuk mengusulkan agar warung kejujuran diuji coba di Bantul, ini bertujuan untuk mengikis jiwa korupsi yang sudah sangat laten dan kronis,” pungkas Agus Effendi.

Oleh Dian Ade Permana


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Program Super Murah "Back To School" Matahari Godean Toserba & Swalayan

Kasus Corona DIY Tambah 10 Jadi 169, Ada dari Klaster Gereja dan Indogrosir

Bebas 2 Pekan, Napi Asimilasi di Yogya Diciduk Gegara Nyolong Motor