|

Warga Kota Jogja Enggan Ikut Askes

UMBULHARJO: Warga di sejumlah kecamatan mengaku enggan mengikuti program asuransi kesehatan (Universal Coverage System), yang mulai dijalankan Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja untuk 14 kecamatan se-Kota Jogja pada 2010. Sementara, mulai 2009, lima kecamatan di Kota Jogja yakni Kecamatan Wirobrajan, Tegalrejo, Pakualaman, Umbulharjo dan Danurejan rencananya dijadikan pilot project program tersebut.

Sebagai langkah awal, Pemkot Jogja mengandeng Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk melakukan penelitian awal di tujuh kecamatan di Jogja, yakni Tegalrejo, Jetis, Gondokusuman, Danurejan, Gedongtengen, Ngampilan dan Wirobrajan. Hasil penelitian awal yang dilakukan Fakultas Kedokteran UGM bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Jogja, November 2008, memperlihatkan rendahnya kemauan yang dimiliki warga untuk ikut program tersebut.

Hasil penelitian itu menunjukkan besaran minat yang mengikuti program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) sebesar 75% dari kemampuan dasar mereka. Dari 14 kecamatan yang ada, kemampuan membayar premi dan kemauan membayar premi asuransi untuk Kecamatan Ngampilan tercatat paling rendah. Di kecamatan itu, kemampuan warga untuk membayar premi per orang rata-rata Rp57.250 setahun, sedangkan kemauan membayar paling kecil, yakni senilai Rp2.643 per orang, jika dibandingkan dengan kecamatan lain.

“Kemauan untuk membayar asuransi dari warga Kota Jogja masih rendah. Masih ada gap yang cukup besar antara kemampuan membayar dengan kemauan membayar premi asuransi," kata salah satu peneliti dari Fakultas Kedokteran UGM, Sigit Riyarto, di depan anggota DPRD Kota Jogja, di Ruang Utama Gedung DPRD Kota Jogja, Sabtu (15/11).

Dari penelitian yang dilakukan pihaknya, tambah dia, didapatkan harga premi paling banyak diminati yakni Rp2.500, dan Rp 5.000 di urutan kedua.
Sedangkan faktor yang paling berpengaruh terhadap kemauan warga lebih dikarenakan persepsi mengenai asuransi. Pihaknya lantas merekomendasikan kepada Dinas Kesehatan Kota Jogja dan UPT Jamkesda untuk menerapkan sistem tarif premi secara bertahap.

Lalu, mensosialisasikan pentingnya asuransi kesehatan dan penekanan warga mampu untuk menabung demi kesehatan. Rekomendasi lain, premi riil tidak hanya mempertimbangkan kemampuan membayar, tetapi juga dari kebutuhan pelayanan kesehatan. Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Jamkesda Kota Jogja, Kusminatun, mengatakan Universal Coverage System yang diterapkan di lima kecamatan di Jogja pada 2009, dan akan diorganisasi oleh ketua RT serta RW, anggaran yang terkumpul akan langsung dimasukkan dalam rekening Pemkot Jogja.

“Semacam asuransi. Nantinya, anggaran tersebut akan digunakan untuk membantu 109.000 jiwa warga di wilayah tersebut, di mana pengawasannya langsung berada di Bawasda. Kemungkinan kecamatan lain akan menyusul tahun berikutnya,” tukas Kusminatun. Walikota Jogja, Herry Zudianto, mengatakan pihaknya tidak akan menerapkan kewajiban kepada warga untuk mengikuti program tersebut. Program Universal Coverage System yang dijalankan pihaknya lebih menitik beratkan kepada kesadaran warga mengenai kesehatan.

“Jika semua sudah sadar dan sudah berjalan 75 persen, saya akan mengimbau dan meminta mereka mengikuti. Saat ini, justru kesadaran dari mereka yang kami tunggu,” kata Herry. Dimintai tanggapannya, Sekretaris Komisi I DPRD Kota Jogja, Ardianto, mengatakan pihaknya saat ini sedang berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk mensukseskan program tersebut.

Komisi I DPRD Kota Jogja, lanjutnya, saat ini meragukan keberhasilan program penerapan asuransi kesehatan di tingkat warga yang berbasis pada kesadaran untuk mengikuti program tersebut. “Kami memang ragu jika program tersebut tidak dibarengi dengan sistem pola pembiayaan yang efektif. Karenanya, kami mengusulkan pembiayaan premi asuransi bisa dialokasikan pada saat warga membayar PBB, listrik dan beberapa kewajiban lain. Selain itu, APBD juga harus ikut mengkaver kesuksesan program tersebut,” tandas Ardianto.

KEMAUAN WARGA JOGJA
membayar premi asuransi

Harga Persentase (%)
Rp500 1,3
Rp1.000 5,9
Rp1.500 0,8
Rp2.000 2,2
Rp2.500 32,2
Rp3.000 2,2
Rp3.500 0,2
Rp4.000 0,2
Rp5.000 22,1
Rp6.000 0,1
Rp7.500 1,9
Rp8.000 0,1
Rp10.000 9
Rp15.000 1,7
Rp20.000 1,9
Rp25.000 1,7
Rp30.000 0,2
Rp50.000 0,9
Rp100.000 0,1

KEMAMPUAN WARGA JOGJA
membayar premi asuransi

Kecamatan Kemampuan membayar (per orang)
Tegalrejo Rp83.250
Jetis Rp86.750
Gondokusuman Rp110.750
Danurejan Rp89.750
Gedongtengen Rp74.000
Ngampilan Rp57.250
Wirobrajan Rp98.000
Mantrijeron Rp128.250
Kraton Rp94.750
Gondomanan Rp101.000
Pakualaman Rp80.250
Mergangsan Rp91.500
Umbulharjo Rp72.750
Kotagede Rp100.000

Hasil penelitian F Kedokteran UGM & Dinas Kesehatan Kota Jogja

Oleh Jumali
Harian Jogja

Posted by Wawan Kurniawan on 16.20. Filed under , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels

Recently Added

Recently Commented