|

115 Pendaftar CPNS Tak Lolos

HARIAN JOGJA - DANUREJAN: Panitia penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) Provinsi DIY terpaksa mengembalikan 115 formulir pendaftaran karena tidak memenuhi syarat. Kepala Biro Kepegawaian Provinsi DIY, Sudibyo menyebutkan 115 orang dinyatakan tidak lolos seleksi administarsi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Beberapa persyaratan yang tidak terpenuhi antara lain syarat akreditasi, ijazah yang tidak dilegalisir, dan usia melebihi 35 tahun.

Pihaknya kemarin telah mengembalikan semua berkas tersebut ke pemiliknya, sehingga mereka dipastikan gagal mengikuti seleksi tertulis 7 Desember mendatang. “Pendaftaran sudah ditutup, tidak ada dispensasi untuk melengkapi,”ujarnya pada Harian Jogja kemarin.

Dari hasil verifikasi petugas Biro Kepegawaian, jumlah total peserta yang ikut seleksi mengalami perubahan satu hari setelah penutupan. Sebanyak 6.057 orang dipastikan bersaing untuk memperebutkan 129 formasi yang dibutuhkan Pemprov DIY. Mereka akan mengisi posisi tenaga medis, tenaga teknis, dan pelatih olahraga.

Untuk seleksi tertulis, Biro kepegawaian telah menyiapkan 10 ruangan fakultas yang ada di Universitas Gajah Mada (UGM). Pihaknya mengganti tempat pelaksana ujian, dengan alasan jumlah peserta yang membludak.

Guna mengantisipasi percaloan, sebanyak 300 pengawas dari UGM telah disiapkan. Satu orang pengawas nantinya mengawasi 20 orang peserta seleksi. Mekanisme pengamanan soal juga disiapkan agar tidak bocor. Distribusi soal akan dibagi pada hari H seleksi untuk menghindari kecurangan. “Kami sudah siapkan tim pengaman soal,” kata dia. Soal ujian meliputi pengetahuan umum dan tes bakat skolastik.

Hasil seleksi akan diumumkan pada 11-27 Desember secara transparan melalui situs resmi pemerintah. Keputusan peserta yang lolos seleksi, ditentukan melalui peringkat yang ada. Pusat studi pengembangan SDM UGM menyiapkan soal ujian dengan kualifikasi yang berbeda. Soal tipe A diperuntukkan bagi lulusan S1 dan S2, soal tipe B diperuntukkan bagi lulusan D3, dan soal C diperuntukkan bagi SLTA.

Panitia juga akan mencantumkan nomor secara acak untuk memutus rantai percaloan. Persyaratan yang dibawa peserta nantinya akan dicocokkan dengan nomor ujian.

Dari total pendaftar, formasi yang sepi yakni pelatih olah raga hanya satu pendaftar. Mayoritas pelamar mendaftar formasi perencana dan pembuat laporan keuangan, analis kepegawaian,dan analis kebutuhan pangan. Padahal, formasi tersebut rata-rata hanya membutuhkan tiga hingga enam orang. Sedangkan formasi pelatih olah raga dan dokter jiwa minim pelamar hingga penutupan.

Oleh Shinta Maharani

Posted by Wawan Kurniawan on 15.14. Filed under , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels

Recently Added

Recently Commented