|

2011, semua sekolah di DIY melek Teknologi Informasi

HARIAN JOGJA: Mulai Sabtu (6/12) ini, launching Gebyar 1000 SAMS (Sistem Aplikasi Manajemen Sekolah) dilaksanakan di Kepatihan. Sebenarnya seberapa penting penerapan teknologi informasi (IT) di sekolah? Berikut petikan wawancara wartawan Harian Jogja dengan Kepala Bidang Bina Program Dinas Pendidikan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Baskara Aji
Harian Jogja (H): Apa fungsi utama SAMS tersebut bagi sekolah-sekolah?

Baskara Aji (BA): Keberadaan peranti teknologi sangat membantu bagi sekolah terutama dalam hal manajemen dan administrasi. Para guru semakin dimudahkan, karena mereka bisa fokus untuk mengurusi para siswa saja tanpa harus menulis secara manual data para siswa. Dengan adanya software seperti SAMS, urusan administrasi dan manajemen jadi semakin mudah.

H: Apakah sekolah-sekolah sudah mampu menerapkannya?

BA: Hal pertama yang menjadi syarat mutlak adalah sekolah tersebut sudah menerapkan komputerisasi. Di DIY sendiri ternyata sebagian besar sekolah sudah menerapkan komputerisasi tersebut. Untuk tingkat SMA, nyaris sudah semua melek IT. Sementara untuk tingkat SMP, sekitar 80%. Sedangkan SD sekitar 40%. Hal ini tentunya sudah cukup bagus karena penerapan teknologi semakin mudah.

H: Lantas bagaimana dengan penerapannya?

BA: Untuk penerapannya, akan dilakukan pembinaan secara berkelanjutan. Pihak Codesign yang menyediakan software tersebut telah berkomitmen untuk memberikan pelatihan dan pembinaan berkelanjutan kepada operator masing-masing sekolah. Diharapkan dengan cara seperti ini, penerapannya akan lebih mudah.

H: Adakah hambatan berarti?

BA: Sebenarnya tidak ada hambatan yang mendasar, karena pada dasarnya sekolah-sekolah juga menyadari bahwa penerapan IT di sekolah-sekolah sangat penting. Lagipula penerapan software seperti SAMS sangat mudah, sehingga pihak sekolah tidak akan mendapatkan masalah dalam pelaksanaannya. Begitu juga dengan komputer, tidak ada spesifikasi khusus yang bisa menerapkan SAMS. Artinya, komputer standar pun sudah bisa kompatibel dengan software ini.

H: Bagaimana dengan rencana ke depannya?

BA: Secara bertahap akan terus dilakukan penerapan seperti ini di sekolah-sekolah di DIY. Namun harus dicatat, kami memberi kebebasan kepada sekolah-sekolah untuk memilih software terbaik bagi mereka. Artinya, tidak harus menggunakan SAMS, boleh yang lain juga. Sesuai dengan instruksi Gubernur yang mencanangkan DIY sebagai Cyber Province, maka Dinas Pendidikan menjadikan Gebyar 1000 Software sebagai salah satu agenda untuk mengarah ke sana.

H: Tindakan nyata apa yang akan dilakukan oleh Dinas Pendidikan?

BA: Kami sedang menerapkan program komputerisasi ke seluruh sekolah. Dengan SAMS ini, ke depannya akan dimungkinkan ada penerapan internet di sekolah-sekolah, sehingga interaksi antara sekolah dan orangtua siswa bisa berlangsung secara maksimal. Para orangtua bisa mengakses perkembangan anak mereka via ponsel ataupun internet. Kami menargetkan pada 2011 mendatang semua sekolah di DIY sudah melek sistem komputerisasi.

Oleh Esdras Idialfero Ginting

Posted by Wawan Kurniawan on 16.00. Filed under , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels

Recently Added

Recently Commented