|

4 Hewan Berpenyakitan

HARIAN JOGJA: Hari pertama pemantauan terhadap hewan kurban yang dilakukan oleh Kantor Pertanian dan Kehewanan (Kapertanwan) Kota Jogja, kemarin, ditemukan empat hewan berpenyakitan. Keempat hewan itu ditemukan di tiga lokasi yang berada di kawasan Lempuyangan. Secara rinci, dua hewan didapati mengalami mata merah dan dua lainnya menderita penyakit kulit di sekitar bibir dan hidung. “Kami minta untuk segera dipisahkan dari hewan lainnya dan diobati,” kata Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) dan Pengawasan Komoditas Mutu Pertanian, Kapertanwan Kota Jogja, Sri Panggarti, yang ditemui di sela-sela pemeriksaan, kemarin.

Pemisahan hewan tersebut, tandas Sri, tak lain untuk memastikan agar hewan yang terkena penyakit tersebut secara intensif bisa disembuhkan. Namun, secara garis besar penyakit tersebut tidak berbahaya.
Untuk pemeriksaan hewan kurban di pasar tiban yang tersebar di 14 kecamatan se-Kota Jogja, diterjunkan tujuh dokter hewan yang dibantu 24 personel dan 50 mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Petugas yang ada juga diterjunkan untuk mengawasi 420 titik pemotongan hewan pada saat penyembelihan hewan, Senin (8/12) mendatang. Kapertanwan Kota Jogja memperkirakan populasi hewan yang saat ini diperdagangkan di pasar tiban, hampir sama dengan tahun lalu, yakni 1.700 sapi dan 6.000 kambing/domba.
Berkaca pada pengalaman tahun lalu, terang Sri, Kapertanwan Kota Jogja menemukan 70 dari total 1.600 kambing dan domba yang disembelih terinfeksi cacing hati.
“Lalu, 20 hewan tidak jadi disembelih karena kesehatannya mengalami penurunan. Karenanya petugas yang ada akan mengintensifkan pengawasan terhadap keberadaan hewan yang akan disembelih,” tegas Sri lagi.
Hewan kurban tersebut kebanyakan berasal dari beberapa kabupaten di luar Kota Jogja, bahkan ada pula dari luar Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Khusus untuk sapi yang hanya 5% dari jumlah hewan yang beredar, masih didominasi sapi asal Kabupaten Gunungkidul. Sedangkan kambing berasal dari Kabupaten Temanggung, Muntilan dan Magelang.
Sri Panggarti menambahkan untuk hewan yang ditemukan cacing hati, pihaknya menyarankan kepada warga untuk memisahkan bagian yang terinfeksi penyakit itu dengan organ lainnya.
“Dagingnya masih bisa dikonsumsi oleh warga. Organ yang terinfeksi kami minta agar dikubur saja, sedangkan organ lain yang tidak terinfeksi masih bisa digunakan,” tandasnya.

TIPS MENGETAHUI DAGING KAMBING
Yang tidak terkena cacing hati atau berpenyakitan
1. Warna hati baik dan normal
2. Tepi daging pipih

TIPS MEMILIH KAMBING SEHAT
1. Mata hewan tidak berwarna merah.
2. Tidak belekan
3. Tidak cacat kakinya dan ciri fisik lainnya
4. Selalu berair di bagian bawah hidung
5. Otot kencang
6. Untuk mengetahui umur yang sudah saatnya disembelih, lihat giginya sudah tanggal satu (poet) atau belum

Oleh Jumali

Posted by Wawan Kurniawan on 16.04. Filed under , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels

Recently Added

Recently Commented