|

BUTUH KOMITMEN-KERJA KERAS SELURUH STAKEHOLDERS ; Borobudur-Prambanan Targetkan 10 Juta Wisman

YOGYA (KR) - Jika digarap secara serius dan didukung seluruh stakeholders yang ada, Kawasan Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko diyakini mampu mendatangkan 10 juta wisatawan mancanegara (wisman) dalam setiap tahunnya. Kunjungan 10 juta wisman ini bukan angka ambisius semata, namun diharapkan benar-benar bisa menjadi kenyataan pada masa mendatang, misalnya 10 tahun ke depan. Sebab, Menara Eiffel di Perancis saja bisa menyedot kunjungan 70 juta wisman setiap tahunnya karena imej yang begitu menarik. Sementara target kunjungan wisman ke Indonesia tahun 2008 ini saja keseluruhan hanya 7 juta orang.

Mewujudkan Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (TWC BPRB) menjadi lebih baik sesuai pengakuan Unesco sebagai salah satu world heritage memang menjadi salah satu komitmen dan obsesi jajaran Komisaris dan Direksi PT TWC BPRB yang baru.
“Kami ingin ketiga objek wisata sejarah, budaya dan kepurbakalaan itu bisa menjadi objek utama tujuan wisata di Indonesia. Untuk itu, kami berusaha menggandeng semua pihak guna mewujudkan keinginan tersebut agar Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko bisa memberikan kontribusi cukup besar bagi kemajuan pariwisata maupun perekonomian Indonesia dan daerah. Sebenarnya, ketiga potensi itu bisa dijadikan sumber pendapatan negara dan rakyat tanpa harus mengorbankan hutan, tambang, dan sebagainya,” papar Komisaris Utama PT TWC BPRB Setyono Djuandi Darmono didampingi Direktur Pemasaran dan Pengembangan Usaha Agus H Canny.

Sebagaimana diketahui, jajaran Komisaris dan Direksi PT TWC BPRB yang baru telah dilantik 3 November 2008 lalu di Kantor Menteri Negara BUMN. Dewan Komisaris terdiri Setyono Djuandi Darmono selaku komisaris utama, serta Sapta Nirwandar, Budi Susilo Supandji dan Buntje Harbunangin sebagai komisaris. Sedang jajaran direksi terdiri Direktur Utama Purnomo Siswoprasetjo TJ, Direktur Pemasaran dan Pengembangan Usaha Agus H Canny, Direktur Operasi Linus Jonan, Direktur Administrasi dan Keuangan Hendro Hastjarjo, serta Direktur Umum dan Personalia Retno Hardiasiwi W.

Mereka kebanyakan berasal dari swasta murni dan profesional. Darmono misalnya, merupakan pendiri dan pengelola Kawasan Industri Jababeka. Demikian halnya dengan Agus Canny, sebelumnya Direktur Pemasaran Kawasan Industri Jababeka dan pernah malang melintang di Matari Advertising.
Acara pisah sambut komisaris dan direksi lama dan baru dilakukan Jumat (28/11) malam lalu di Sheraton Mustika Yogyakarta.

Darmono maupun Agus Canny menyatakan, pihaknya sudah menetapkan beberapa langkah dan kebijakan jangka pendek, menengah, dan panjang untuk memajukan TWC BPRB termasuk potensi-potensi yang ada di sekitarnya. Langkah jangka pendek antara lain konsolidasi dengan berbagai pihak terkait seperti pengelola biro perjalanan, perhotelan, para pedagang dan masyarakat di sekitar TWC BPRB, dan lain-lain.
Secara internal, imbuh Agus Canny, 15 personel PT TWC BPRB Desember ini langsung dikirim ke Singapura untuk belajar soal pelayanan dan promosi yang baik di bidang pariwisata, sebagai bentuk peningkatan profesionalisme sumber daya manusia. (San)-m

Posted by Wawan Kurniawan on 14.57. Filed under , , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels