|

Harga Bensin Turun, SPBU Jogja Sepi

HARIAn JOGJA: Hari ini, harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium harganya turun dari Rp6.000 per liter menjadi Rp5.500 per liter. Hal ini, membuat Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang tersebar di Kota Jogja terlihat sepi. Sebab, masyarakat cenderung menahan diri untuk tidak membeli bensin. Kalau biasanya terjadi antrian membeli bensin di SPBU, kemarin di beberapa SPBU nyaris tidak ada antrian yang tampak. Menurut petugas SPBU Bugisan, Astuti, tidak adanya antrian pembeli bensin dikarenakan masyarakat menunggu turunnya harga BBM.

“Kabarnya besuk harga turun, jadi tidak antri,” ujarnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Agus, petugas SPBU di Jalan Sangaji. Dia mengungkapkan antrian pembeli bensin khususnya pengguna sepeda motor sudah mulai berkurang sejak Jumat lalu. Menurutnya, pengurangan antrian itu terjadi akibat rencana turunnya harga bensin per 1 Desember esok. “Antrian mulai berkurang, kalau dibanding sebelumnya bisa sampai 50% lebih,” ujar Agus memberikan perkiraan.

Berdasarkan pengamatan Harian Jogja, SPBU tetap beroperasi secara normal melayani para konsumen meskipun konsumen sedikit berkurang. Selain itu, jika tidak beroperasi pengusaha SPBU terancam sanksi dari Pertamina jika menutup pelayanan terkait rencana penurunan harga premium 1 Desember nanti. “Jika mulai 27 November hingga 1 Desember terdapat SPBU tidak melayani dengan alasan persediaan kosong atau tidak memiliki delivery order, kami akan tindak,” kata Asisten Manager External Relation-Pertamina Pemasaran Jateng & DIY Happy Wulansari.

Menurut Happy, bentuk sanksi yang diberikan bisa sekadar peringatan tertulis hingga pengurangan alokasi bahan bakar kepada SPBU tersebut. Untuk memantau SPBU, Pertamina membentuk satuan tugas (satgas) untuk memantau persediaan dan penjualan premium di SPBU menjelang penurunan harga bensuin. “Kami juga telah menginstruksikan kepada depot untuk menambah waktu pelayanan dan harus melayani 24 jam,” tandas Happy.

Sepinya SPBU dikarena keengganan masyarakat untuk mengisi bensin. Heru Santoso, warga Mantrijeron mengungkapkan dirinya memang sengaja untuk mengisi penuh bensin sejak Kamis (27/11) lalu. “Saya baru akan mengisi bensin besuk. Lagian sekarang bensin saya cukup, kan hari Minggu tidak kemana-mana,” imbuh Santoso.

Hal serupa juga dilontarkan oleh Ade, warga Ngadinegaran. Ade mengatakan dirinya baru akan mengisi bensin setelah terjadi penurunan harga. “Lumayan, turunnya sampai Rp500,” katanya.

Oleh Andri Setyawan/HARIAN JOGJA
Diena Lestari/BISNIS INDONESIA/JBBI

Posted by Wawan Kurniawan on 15.16. Filed under , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels

Recently Added

Recently Commented