|

Idham Ancam Pengecer dan Penyalur

Curang dan Nakal Menjual Pupuk
BANTUL - Pemkab Bantul akan menindak tegas siapa saja yang berlaku curang dan nakal dalam penjualan pupuk. Ancaman tersebut ditujukan kepada pedagang pengecer, penyalur dan distributor.
Pemberlakuan sanksi untuk memberi jaminan ketersediaan pupuk aman bagi para petani. "Tidak hanya penyelewengan dalam distribusinya, tapi juga kalau ada yang nakal mempermainkan harga, urusannya dengan saya," tegas Bupati Idham Samawi dihadapan 725 kelompok tani se-Bantul kemarin.

Idham mengajak para petani dan siapa saja yang terkait langsung dengan distribusi untuk menjamin ketersediaan pupuk di pasaran. Langkah tersebut dilakukan dengan tidak melakukan penyelewengan dan kecurangan.

Ketersediaan pupuk yang telah diatur masing-masing daerah diminta tidak diselewengkan dengan menjual ke luar daerah. Apalagi mulai 2009 akan diberlakukan distribusi tertutup.

"Mari kita buktikan petani Bantul adalah petani yang berbudaya dan tidak ada penyelewengan pupuk," ajaknya.

Dalam temu wicara tersebut, Idham kembali mengajak para petani meminimalisir penggunaan pupuk kimia bagi pertanian. Kata Idham, jumlah ideal pupuk yang ditaburkan setiap hektare lahan hanya 200 Kilogram.

"Sebagai tambahannya, petani diminta memanfaatkan pupuk organik," pinta Idham yang baru mendapatkan penghargaan di bidang pertanian dari IPB Bogor 23 Desember lalu.

Mengatasi terbatasanya pupuk urea, pemkab akan menggenjot pemanfaatan pupuk organik. Sejumlah kebijakan akan dilakukan. Antara lain, rencana membuat perda larangan membawa pupuk ke luar daerah.

Mencukupi kebutuhan lokal, sebagian pupuk organik akan dibeli. Kebijakan itu sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik di pabrik pupuk Petroganik yang diperkirakan bisa beroperasi Mei 2009. (din)

Posted by Wawan Kurniawan on 16.50. Filed under , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels