|

Idham Tolak Pembangunan Mal

Pasar Tradisional Hanya Jadi Kanibal
RADAR JOGJA - SLEMAN - Selama menjabat, Bupati Idham Samawi tidak akan pernah mengizinkan pendirian pusat perbelanjaan modern di Bantul. Idham meyakini, mal dan sejenisnya akan mematikan kehidupan pasar tradisional yang selama ini menjadi penyokong ekonomi masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Idham saat menjadi pembicara seminar Potensi dan Peluang Bisnis UKM Gabusan Manding Tembi (GMT) Menghadapi Krisis Global di Universitas Atma Jaya Jogja kemarin.

Idham mengatakan, Bantul adalah kawasan sentra kerajinan dan industri yang wajib dilindungi dari serbuan hyper market. "Kalau ada mal, pasar tradisional hanya akan menjadi kanibal saja buat mereka," tandasnya melihatkan wajah serius. Idham mengaku telah ada tiga investor yang tertarik membangun pusat perbelanjaan modern di Bantul. "Tetapi saya tolak mentah-mentah, Bantul tidak perlu mal," jawabnya waktu itu.

Saat ini, 14 persen masyarakat Bantul menggantungkan hidup dari pasar tradisional. Sebanyak 18 persen hidup dari industri kerajinan kecil.
Karena itu, Idham menyatakan proteksi sebagai prioritas kebijakannya. "Kalau tidak ada proteksi, bagaimana mereka bisa bertahan dari serbuan banyak hyper market?" ujarnya

Kata Idham, Gabusan Manding Tembi (GMT) adalah sentra kerajinan di Jalan Parangtritis dikembangkan sebagai tempat wisata terpadu. Gabusan adalah desa dengan potensi kerajinan keramik dan teraso. Manding kuat dengan potensi kerajinan kulit. Sedangkan Tembi dikenal sebagai desa wisata yang menyediakan puluhan rumah singgah (home stay) bagi wisatawan. (cw10)

Posted by Wawan Kurniawan on 15.52. Filed under , , , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels

Recently Added

Recently Commented