|

Pupuk Susah Dicari

RADAR JOGJA - SLEMAN - Tim monitoring, gabungan Dinas Pertanian dan Kehutanan dan Petugas Pemasaran Pusri Kabupaten (PPK) mendadak mendatangi distributor, pengecer dan KUD. Sasarannya wilayah Seyegan, Sleman, Minggir dan Tempel.Dari pantauan selama tiga jam lebih, tim menyaksikan tok pupuk mulai menipis. Bahkan, ada yang telah habis. Antara lain kios Hadi Putro yang terletak di Ngino, Seyegan.

Bahkan, ketika tim monitoring tiba di lokasi, para petani menuntut ada tambahan pupuk. Di tempat tersebut, petugas tidak menemukan pupuk urea bersubsidi.

Distributor mengungkapkan, persediaan telah habis dibeli kelompok tani (klomtan). Kondisi serupa juga ditemui di Tani Rejo Gendol Sleman.

Petugas geleng-geleng kepala. Pasalnya, tidak ada satu pun pupuk urea bersubsidi. Di KUD� Tani Manunggal Minggir, stok pupuk tinggal 3 ton. Begitu pula di Kios Pupuk Medari Cilik, tak ada lagi pupuk tersisa.

Di KUD Seyegan terdapat 10 ton pupuk. Namun, dalam waktu dua hari, pupuk tersebut dipastikan ludes. "Lusa pasti sudah tidak ada lagi, karena sudah ada �kelompok tani yang mengajukan," katanya seorang pengurus.

Ketua PPK Sleman Joko Riyanto membenarkan stok pupuk di wilayah Sleman, terutama di pengecer, telah habis. Padahal, masih banyak petani yang mengeluh kekurangan pupuk.

"Sejumlah pengecer resmi yang kami tinjau telah membagikan pupuk kepada kelompok petani. Yang dikeluhkan, setiap petani dalam kelompok yang terdaftar hanya mendapatkan satu zak atau 50 kg," terang Joko.

Padahal, kebutuhan masing-masing petani tidak sama. Banyak dan tidaknya sangat tergantung luas lahan yang dimiliki. "Tapi, kebijakan kami setiap petani mendapat satu zak. Ini untuk pemerataan," imbuh Joko.

Para petani yang kekurangan dapat mengajukan permohonan baru dengan membuat surat permohonan. Kepala Seksi Produksi Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Ir Nono Suwarsono mengatakan, ada kecenderungan petani menggunakan pupuk melebihi plafon.

"Kecenderungannya menggunakan pupuk berlebihan, tidak seperti yang direkomendasikan Dinas Pertanian dan Kehutanan," katanya.

Jika penggunaan pupuk sesuai rekomendasi Dinas Pertanian, kelangkaan pupuk tidak akan terjadi. Desember ini, kebutuhan pupuk di Seyegan sebanyak 128 ton.

Jumlah tersebut dibagi untuk KUD Seyegan 80 ton dan kios Hadi Putra 48 ton. Nah, memasuki musim tanam, Sleman mendapatkan tambahan pupuk dari Deptan sebanyak 4.350 ton pupuk urea dan 75 ton pupuk ZA. (lin)

Posted by Wawan Kurniawan on 20.08. Filed under , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels