|

Sekolah Diminta Perketat Proses Belajar

Pemilu, Unas Dimajukan April
RADAR JOGJA - Setiap sekolah, khususnya SMA sederajat, diimbau segera mempersiapkan siswanya lebih dini dalam menghadapi ujian nasional (unas) tahun ajaran 2008/2009. ''Unas seharusnya bulan Mei, tapi karena ada pemilu maka dimajukan 20-24 April. Ini ketentuan dari pusat,'' terang Kepala Dinas Pendidikan Kota Jogja Syamsuri kepada Radar Jogja kemarin.
Akibat dimajukannya jadwal unas ini, jam belajar siswa berkurang. Untuk itu Syamsuri menyarankan para kepala sekolah agar segera memperketat proses belajar siswa.

''Sister school bagi sekolah yang kurang juga harus terus digenjot,'' imbau Syamsuri di sela-sela acara sosialisasi pemilih pemula di Aula Dinas Pendidikan Kota Jogja, kemarin.

Terkait hal itu, Syamsuri meminta para pemilih pemula tidak golput

dalam pemilu mendatang. Siswa juga diimbau tidak ikut kampanye dan konvoi di jalanan. ''Saya akan buat surat edaran untuk para kepala sekolah agar meredam siswanya,'' katanya.

Kepada semua pihak yang terlibat dalam pemilu, Syamsuri turut mengimbau agar tidak melibatkan siswa sekolah aktif. Dinas Pendidikan juga koordinasi dengan KPU Kota Jogja untuk terus melakukan sosialisasi pemilu bagi pemilih pemula.

''Masalah ini kelihatannya sepele. Tapi kalau tidak diajarkan, banyak juga yang salah,'' kata Syamsuri mengingat pengalaman-pengalaman sebelumnya. Syamsuri optimistis, sosialisasi yang bagus akan menekan angka golput bagi pemilih pemula.

Koordinator Divisi Sosialisasi KPU Kota Jogja Titok haryanto mengatakan, meski dana APBN belum cair untuk keperluan KPU, pihaknya memiliki sedikit dana untuk sosialisasi. Kendati demikian, semua harus ditekan. Caranya, KPU menjalin kerja sama dengan pemkot/pemkab di DIJ.

Kepada pemilih pemula, KPU melakukan sosialisasi dengan mengundang perwakilan siswa dan guru dari 82 SMA/sederajat. ''Kami perkenalkan teknis pemilu, kartu suara, kotak suara dan lain-lain terkait pemilu,'' ucap Titok.

Titok menyanggah upaya yang dilakukan KPU mengundang perwakilan siswa tidak efisien. Menurutnya, hal itu salah satu cara untuk menghemat biaya sosialisasi. ''Kami berharap setelah ini mereka menyebarluaskan kepada teman-temannya. Kami berharap pihak sekolah mengundang kami untuk sosialisasi di lokasi,'' katannya. (yog)

Posted by Wawan Kurniawan on 15.48. Filed under , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels