Kamis, 15 Januari 2009

Minimal, Caleg Keluarkan Rp 50 Juta
GUNUNGKIDUL - Para calon anggota legislatif (caleg) harus merogoh kocek banyak jika ingin mendapatkan kursi. Berdasarkan hitungan kasar, seorang caleg minimal harus menyiapkan dana Rp 50 hingga Rp 70 juta.
Anggaran tersebut jauh lebih besar daripada biaya kampanye pemilu 2004. Empat tahun lalu, calon anggota legislatif hanya bermodal sekitar Rp 20 juta.

"Sekarang biaya kampanye naik hampir tiga kali lipat," kata caleg Partai Bulan Bintang Dwi Haryono kepada wartawan kemarin.

Dwi mengaku telah menggelontorkan sekitar Rp 30 juta untuk membiayai keperluan kampanye. Dana tersebut digunakan untuk pembuatan kalender dan sosialisasi mengundang masyarakat. Anggaran paling banyak tersedot untuk biaya transportasi dan makan minum.

Ia mengandalkan dukungan suara dari kerabat dan keluarga besarnya. "Mereka sudah siap mendukung saya," ujarnya.

Caleg dari Partai Keadilan Sejahtera, Imam Taufik mengaku baru mengeluarkan uang Rp 12 juta. "Itu dari kantong pribadi. Untuk tatap muka dengan konstituen," katanya.

Dia berdalih, uang bukan segala-galanya untuk sosialisasi. Imam mengaku tidak akan jor-joran. Dia mempunyai cara tersendiri meraih simpati pemilih.

Slamet, caleg dari Partai Golkar membenarkan terjadi pembengkakan anggaran kampanye dibandingkan Pemilu 2004. Waktu itu, dana Rp 50 juta sudah cukup.

"Biaya paling banyak untuk bertatap muka dengan warga. Satu pertemuan setidaknya harus mengeluarkan sekitar Rp 2,5 juta," katanya. (hsa)

1 komentar:

yaaa. banyak keluarnya ntar cari gantinya gimana ?
mungkin ini salah satu penyebab anggota legislatif korup.


EmoticonEmoticon