Kamis, 29 Januari 2009

RADAR JOGJA - Termotivasi Kuasi Bahasa Inggris dan Teknik Berlatih ala NBA
Banyak hal yang bisa diraih saat menjadi champion Deteksi Basket Ball (DBL). Bukan hanya soal dunia basket. Bahkan, setelah ikut kompetisi basket pelajar terbesar di Indonesia itu, prestasipun juga ikut terdongkrak. Hal itu diakui oleh Michaela Tantri Atmadja Winoto.

BAHASA Inggris adalah bahasa Internasional. Pastinya, tiap ada konferensi internasional atau pun turis yang datang ke suatu negara, selalu menggunakan bahasa yang asalnya dari dataran Britania ini. Demikian juga saat wakil champion DBL dari berbagai dari ikut dalam Western Australian Games 2008.

Meski Tim DBL Indonesia menyediakan penerjemah, namun tetap saja banyak persoalan saat tiap individu tak memahami bahasa internasional tersebut. Terutama saat bermain lawan salah satu tim SMA dari Australia, Mischel -begitu dia akrab disapa sering adu badan dengan lawan. Tapi Mischel hanya bias diam. Demikian pula saat lawan mengajaknya bicara.

"Posisi saya forward. Jadi sering benturan dengan guard lawan. Tiap kali mereka bicara saya bingung menjawabnya," kesan jujur Mische saat ditemui Radar Jogja di kostnya, seputaran Kotabaru.

Michel mengaku saat itu dia belum fasih bahasa Inggris. Bahkan, dia harus kebingungan saat dapat penjelasan dari pelatih Australia. Demikian pula saat gadis asal Pekalongan ini bersama teman-temannya belanja di Ausie. ''Aku hanya bias menangkap pertanyaannya, tanpa bisa menjawab. Dulu untuk mengucapkan huruf dan kata-kata Inggris saja banyak salah. Apalagi menyusun kalimat," katanya.

Maka setelah sampai Indonesia, mantan Kapten Basket Cewek SMA Bopkri Satu (Bosa) Jogja inipun terpacu untuk memperdalam kemampuan speaking englishnya. Mischelpun masuk lembaga pendidikan bahasa dan makin suka pelajaran bahasa Inggris. Untung di sekolah, guru bahasa Inggrisnya enak banget. Mengajarnya santai tapi mudah ditangkap," jelasnya.

Mischel yang 4 Februari mendatang usianya genap 18 tahun kini berubah, usai ikut DBL, ia kerap mendengarkan lagu atau dialog dalam film asing. Bahkan, ia sering berkomunikasi dengan rekan-rekannya di Tim DBL Indonesia dengan bahasa asing. "Dengan menguasai bahasa Inggris secara fasih, saya akan mudah saat masuk kampus bertaraf internasional. Penginnya sih, kelak dapat ikut membela Indonesia di Sea Games atau kejuaraan dunia lain. Nah, dialognya khan harus dengan bahasa Inggris," katanya enteng.

Selain termotivasi makin mendalami bahasa Inggris, teknik basket yang dia kuasai juga makin tinggi. Terlebih setelah beberapa waktu digembleng pelatih NBA, Martin dan pemain NBA, Danny Granger (Indiana Pacers) di Surabaya. Demikian pula teknik basket juga dia peroleh dari para pelatih basket Australia.

HERI SUSANTO, Jogja


EmoticonEmoticon