Senin, 26 Januari 2009

HARIAN JOGJA - UMBUHARJO: Menjelang libur nasional perayaan Imlek, jumlah penumpang kereta api belum menunjukan adanya peningkatan yang mencolok.

Dari hasil pantauan yang dilakukan Harian Jogja, Sabtu (24/1) di Stasiun Tugu dan Stasiun Lempuyangan, tidak dijumpai adanya antrean calon penumpang kereta pada loket pemesanan (reservasi) sebagaimana yang terjadi pada saat libur Hari Raya Idul Fitri atau Natal dan Tahun Bbaru.

Meski tidak terjadi lonjakan penumpang, sejumlah tiket kereta api kelas eksekutif dan bisnis untuk hari ini, Minggu (25/1) sudah banyak yang dipesan. Bahkan tiket untuk 26 Januari 2009 telah habis terjual semua.
”Hari ini [kemarin] masih ada banyak tiket. Baik untuk kelas eksekutif dan bisnis. Hari Senin (26/1) semua sudah habis terjual,” terang petugas PT KA di Stasiun Tugu, Sri Nova K kepada Harian Jogja, Sabtu (24/1).

Tiket per 25 Januari 2009, dari sejumlah kereta jurusan Jakarta , Bandung dan Surabaya yang telah habis terjual, yaitu untuk Kereta Argo Dwipangga, Taksaka Malam, Sancaka Sore, Sancaka pagi, Lodaya Malam, dan Senja Utama. Sedangkan untuk 26 Januari 2009, baik untuk kelas eksekutif dan bisnis sudah habis terpesan.

”Arus penumpang kereta masih normal. Karena masih terdapat sisa tempat hingga kemarin,” ujar dia.
Sementara itu salah satu calon penumpang kereta tujuan Bandung, Bambang menuturkan ia sudah kehabisan tiket untuk pulang ke Bandung sejak dua hari yang lalu.

Setali tiga uang, dari hasil pantauan Harian Jogja di Stasiun Lempuyangan menunjukan belum terjadi lonjakan penumpang yang berarti. Hanya saja diakui terjadi peningkatan yang sedikit dibandingkan pada pembukaan tiket pada hari sebelumnya. ”Semakin siang semakin penuh. Namun masih wajar,” terang Retno petugas loket Stasiun Lempuyangan.

Dikatakan lonjakan penumpang terjadi rata-rata pada mereka yang memiliki tujuan ke Surabaya dan Jakarta. Sedangkan untuk arah tujuan ke Solo dan Kutoarjo jumlah penumpang masih wajar. Dan masih terlayani satu hari sebelum hari pemberangkatan atau pada hari pemberangkatan.

”Tidak ada penambahan gerbong. Tidak seperti waktu lebaran,” kata dia.
Sementara itu Humas PT KA Daop VI, Eko Budiyanto mengatakan habisnya tiket untuk 26 Januari 2009 disebabkan pelayanan pemesanan sudah bisa terlayani dari 30 hari sebelum hari H.

”Tiket untuk 26 Januari 2009 sudah termasuk dengan penambahan kereta yang telah kami lakukan, yakni 8 gerbong untuk kelas eksekutif 1 kereta makan, 1 kereta pembangkit,” paparnya.

Kondisi ini, kata Eko sudah diprediksikan akan terjadi karena saat ini bertepatan dengan peak session.
”Dan selama peak session ini PT KA akan memberlakukan tarif batas atas untuk kereta kelas eksekutif dan bisnis,” kata dia.
Berbeda, Asisten Manager Operasional Bandara Adisucipto, Hanad Prayitno justru mengatakan tidak melakukan penambahan flight. Pasalnya jumlah penumpang yang tidak jauh berbeda dengan hari libur panjang biasa, yakni rata-rata 4.000 penumpang per hari.

”Lagipula, Jogja bukan daerah tujuan Imlek,” kata Hanad.

Ada sejumlah maskapai penerbangan, lanjut Hanad justru melakukan pengurangan jadwal penerbangan, seperti Garuda yang mengurangi penerbangan dari 41 jadwal penerbangan pada akhir tahun lalu menjadi 36 penerbangan.

Terkait kondisi cuaca yang seringkali hujan dan mendung, ia menuturkan ada beberapa jadwal penerbangan yang delay. ”Namun tidak seberapa. Sebagian besar masih on time,” tandasnya. (Harian Jogja Cetak/Yuspita Anjar Palupi)


EmoticonEmoticon