|

TINGKATKAN PRODUKTIVITAS PADI; DIY Kembangkan Lahan Pertanian Abadi

YOGYA (KR) - Untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi pertanian serta mengatasi penyusutan lahan pertanian khususnya padi, Dinas Pertanian Propinsi DIY berupaya mengembangkan lahan-lahan abadi di DIY. Untuk mendukung pengembangan lahan pertanian abadi tersebut, dilakukan pula fasilitasi insentif pupuk NPK dan pupuk organik. Menurut Kepala Dinas Pertanian DIY Ir Nanang Suwandi MMA, dengan fasilitasi lahan abadi ini, diharapkan mampu mengendalikan alih fungsi lahan dari pertanian ke non-pertanian, sekaligus mengidentifikasi lahan-lahan abadi yang sudah ada.

“Sasarannya adalah kelompok-kelompok tani di lahan persawahan yang merupakan sentra produksi padi di kabupaten/kota di DIY yang meliputi areal seluas 2.000 hektar. Lahan abadi 2.000 hektar itu tersebar di Kabupaten Sleman 750 hektar, Bantul 600 hektar, Kulonprogo 300 hektar, Gunungkidul 300 hektar, dan Kota Yogyakarta 50 hektar. Sementara alokasi pupuknya sebanyak 200 ton pupuk NPK dan 650 ton pupuk organik,” ujar Nanang Suwandi pada ekspose hasil pembangunan pertanian DIY di Yogyakarta belum lama ini. Kegiatan pertanian lainnya yang dikembangkan Dinas Pertanian DIY adalah pertanaman padi dengan teknologi SRI, yakni teknik budidaya padi untuk meningkatkan produktivitas dengan mengelola tanaman, tanah, air, dan unsur hara secara tepat. Dengan cara budidaya tanaman padi yang intensif dan efisien melalui proses manajemen perakaran berbasis pengelolaan tanah, tanaman dan air, maka penggunaan benih menjadi lebih sedikit, jumlah anakan lebih banyak, produktivitasnya lebih tinggi, serta biaya produksinya lebih rendah. “Saat ini pertanaman padi di DIY sudah menerapkan teknologi budidaya yang baik antara lain dengan teknologi SRI tersebut,” kata Nanang. Di DIY, tanaman padi yang sudah dibudidayakan secara SRI seluas 4.460 hektar dengan jumlah anakan 22-30 batang dan produktivitas 9,6-10 ton GKG/hektar. Upaya lain untuk meningkatkan produktivitas padi yakni dengan pengelolaan tanaman terpadu padi gogo, jagung dan kedelai seluas 7.000 hektar. (San)-s

Posted by Wawan Kurniawan on 22.21. Filed under , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels