Selasa, 03 Februari 2009

YOGYA (KR) - Tinggi gelombang laut selatan Jawa mengalami peningkatan dari hari ke hari, seiring terus meningkatnya kecepatan angin di laut. Bahkan menurut perkiraan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), pada tanggal 5-8 Februari, tinggi gelombang 3,5 meter hingga 5 meter. Menurut Agus Trianto, staf Bagian Data dan Informasi BMG Yogyakarta kepada KR, Senin (2/2), dengan meningkatnya tinggi gelombang tersebut menjadi peringatan (warning) bagi para nelayan, atau para nahkoda kapal.

”Tinggi gelombang hingga mencapai 5 meter, sangat berbahaya bagi kapal,” ujar Agus memperingatkan. Dengan gelombang yang tinggi, dikhawatirkan kapal bisa terguling. Karena itu, sebaiknya saat terjadi gelombang tinggi, mengurungkan perjalanan melalui laut. Demikian juga bagi nelayan, gelombang laut yang tinggi tersebut juga rawan. Karena itu, sebaiknya menunda melaut sampai tinggi gelombang normal kembali. Sedangkan di daerah pantai, menurut Agus, memang tidak setinggi tengah lautan. Namun demikian, dampak gelombang tinggi di tengah laut, bisa berimbas hingga pinggir pantai. Karena itu, warga yang berada di pinggiran pantai tetap waspada. Jangan sampai lengah, terutama jika terjadi gelombang tinggi.

Terkait dengan meninggalnya pengunjung pantai Parangtritis di laut, menurut Agus lebih banyak karena faktor kelalaiannya. Namun demikian, tambahnya, warga yang berada di pinggiran pantai diminta waspada. Apalagi pengunjung pantai Parangtritis relatif banyak. Agus mengemukakan, naiknya gelombang laut ini karena meningkatnya kecepatan angin yang disebabkan terjadinya perbedaan tekanan udara. Saat ini, di daerah Australia, terdapat banyak tekanan rendah (low pressure). Dari pantauan satelit cuaca, dari 4 low pressure, 2 diantaranya merupakan bibit badai. ”Di lautan saat ini kecepatan angin antara 15-20 knot. Sebelumnya, kecepatan angin baru 10-15 knot,” tambahnya. (Jon)-e


EmoticonEmoticon