Senin, 02 Februari 2009

YOGYA (KR) - Partai Golkar sebaiknya segera mengumumkan nama-nama calon presiden (Capres) yang akan diusung pada pilpres mendatang. Jika hal itu tidak dilakukan, Partai Golkar akan dinilai tidak punya kepercayaan diri. "Bahwa keputusan finalnya setelah Pemilu Legislatif, itu bisa saja. Tapi setidaknya prosesnya harus sudah dimulai dari sekarang.

Sekarang ini Partai Golkar hanya menonton saja. Sementara partai-partai lain sudah melakukannya. Jangan sampai orang menilai Golkar sebagai partai besar kok tak punya kepercayaan diri," kata Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Dr Ir Akbar Tanjung. Pernyataan tersebut diungkapkan Akbar Tandjung usai membuka Musyawarah Nasional (Munas) I Barisan Indonesia (Barindo) di Convention Hotel LPP Demangan Yogyakarta, Jumat (30/1).

Dikatakan, pengumuman capres sejak dini juga akan menjadi referensi bagi rakyat untuk memilih Partai Golkar pada Pemilu Legislatif mendatang. Penyiapan capres tersebut, lanjut Akbar, mestinya bisa dilakukan mulai sekarang. Sebab Partai Golkar merupakan partai besar pemenang Pemilu 2004, punya pengalaman politik sejak Pemilu 1971, memiliki SDM yang bisa diandalkan dan infrastruktur yang kuat. Ditanya tentang peluang kemenangan Partai Golkar pada Pemilu 2009, Akbar Tandjung tidak bisa menyatakan keyakinannya. Itu terlihat dari beberapa indikator yang menunjukkan situasi Partai Golkar saat ini tidak secerah seperti yang dihadapi pada tahun 2004. Misalnya dari survei oleh sejumlah lembaga akhir-akhir ini yang tidak lagi menempatkan Partai Golkar di urutan pertama.

Munas Barindo Terkait Munas Barindo, Akbar Tandjung yang juga Ketua Dewan Pembina Barindo menyatakan, Barindo merupakan organisasi independen yang tidak terkait dengan parpol dan tidak berafiliasi dengan parpol, serta tidak punya kehendak untuk jadi parpol. Sehingga organisasi ini tidak akan mengeluarkan putusan-putusan yang terkait dengan masalah-masalah politik praktis, termasuk dukung-mendukung pada pemilu maupun pilpres mendatang. Senada, Ketua Umum Barindo Letjen (Purn) TNI HM Yasin SH menyatakan, Barindo yang dideklarasikan 20 Mei 2007 silam berisi orang-orang yang berasal dari multi partai, suku dan agama. "Barindo justeru diharapkan bisa menjadi penengah kalau terjadi konflik antar partai, suku dan agama," kata Yasin. Sebagai inisiator lahirnya Barindo, Yasin tidak berharap organisasi massa ini terpecah belah. Munas digelar hingga 1 Februari 2009 dan dihadiri sebanyak 30 DPD dari seluruh Indonesia. (Aks)-f


EmoticonEmoticon