Rabu, 04 Februari 2009

RADAR JOGJA - Jogjakarta belum sepenuhnya aman dari pemadaman listrik di tahun ini. Pemadaman listrik bergilir diperkirakan akan tetap terjadi di tahun ini. Tapi, Area Pelayanan Jaringan (APJ) Jogjakarta akan berusaha melakukan sedikit mungkin pemadaman ketimbang 2008 lalu.

Area Manager Hukum dan Humas PT PLN APJ Jogjakarta Reffy Sangi mengatakan, pihaknya harus menurunkan beban hingga 11,6 megavolt (MV) sepanjang 2008. ''Di tahun ini, beban yang harus diturunkan lebih kecil dibandingkan 2008, hanya 3 hingga 4 MV,'' kata Reffy di kantornya kemarin.

Reffy mengakui, beban memang ada di kisaran 3 hingga 4 MV. Dengan begitu, APJ Jogjakarta tetap akan melakukan pemadaman bergilir. Tapi, dia memastikan durasi pemadaman tak lama dan jangkauan padam juga tidak seluas seperti yang terjadi di 2008.

Faktor lain yang membuat AJP Jogjakarta bisa meminimalisasi pemadaman adalah mulai beroperasinya program percepatan listrik nasional 10 ribu mega watt (MW) hingga tahun 2010. Dari 10 ribu MW tersebut, sebanyak 6.900 MW masuk dalam jaringan interkoneksi Jawa, Madura, dan Bali atau Jamali. Sisanya, yakni 3.100 MW akan dimaksimalkan di luar jaringan Jamali.

''Area Jogjakarta pasti mendapatkan jatah dari total 6.900 MV tersebut. Juli mendatang, sebanyak 2.700 MW sudah masuk di interkoneksi Jamali. Otomatis wilayah AJP Jogjakarta kebagian daya tersebut. PLN mulai mengoperasikan tiga unit PLTU di Rembang, Pacitan, dan Labuhan Merak,'' lanjutnya.

Program percepatan listrik 10 ribu MW tersebut akan mengurangi defisit di wilayah APJ Jogjakarta di tahun ini. Diharapkan penambahan ini mampu mengatasi kebutuhan listrik. Reffy berharap progresnya berjalan sesuai yang diharapkan. (hes)

1 komentar:

[...] eletronik yang berkaitan dengan kelitrikan tidak cepat rusak, mungkin harus lebih bersabar 2-3 tahun lagi dari sekarang, tidak menyalahkan orang lain tetapi antisipasi pengamanan mudah-mudahan bisa [...]


EmoticonEmoticon