Minggu, 08 Februari 2009

HARIAN JOGJA: Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sejak 2006 mengembangkan program tanaman jarak pagar (Jatropha curcas) sebagai upaya mencari sumber energi alternatif pengganti bahan bakar minyak (BBM). Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Provinsi DIY Ir Achmad Dawam di Yogyakarta, Sabtu mengatakan program pengembangan tanaman jarak pagar tersebut sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden RI nomor 1 Tahun 2006, sehingga pihaknya segera merealisasikan program ini dengan menggalakkan penamamannya di beberapa wilayah di provinsi ini.

"Dishutbun Provinsi DIY telah mengembangkan tanaman jarak pagar dengan membangun kebun induk seluas 215 hektare, dan penanaman di lahan petani seluas 438,6 hektare yang tersebar di wilayah Kabupaten Bantul 101 hektare, Gunungkidul 175 hektare, Kulonprogo 90,2 hektare, dan Kabupaten Sleman 69,6 hektare," katanya.

Menurut dia, sebelumnya untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan tersebut, diadakan pelatihan petugas yang diikuti 20 orang, disusul kemudian pelatihan petani 250 orang melalui dana APBD dan APBN.

Sampai saat ini pertumbuhan perkembangan tanaman jarak pagar dan animo masyarakat dalam pemeliharaan tanaman itu cukup baik. "Selain itu, program tersebut memperoleh dukungan dari berbagai pihak termasuk peran perusahaan mitra di antaranya PT Enhill, PT Titan Bio Energy, PT Pura Jatropha Mandiri dan Pusat Kajian Agribisnis Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Yogyakarta," katanya.

Ia mengatakan peran sejumlah perusahaan dan perguruan tinggi sebagai mitra program ini, di antaranya dengan memberikan informasi pasar maupun rencana kerja sama kemitraan yang direspon petani.

Namun demikan, ada beberapa kendala yang dihadapi di antaranya belum tersedianya bibit unggul secara genetik, alat pengolah minyak biji jarak belum memuaskan, dan harga biji jarak belum memadai.

"Untuk keberhasilan program pengembangan tanaman jarak pagar di wilayah Provinsi DIY diperlukan penataan dan perbaikan sarana , prasarana serta penanganan manajemen usaha tani secara professional," katanya.

Sementara itu, pengembangan tanaman jarak pagar juga dilakukan kalangan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hikmah Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY yang menanam tanaman jarak pagar di pada lahan seluas dua hektare atas kerja sama dengan PT Mataram Citra Pratama dan Universitas Trisakti Jakarta. (Antara)


EmoticonEmoticon