Kamis, 12 Februari 2009

HARIAN JOGJA - UMBULHARJO: Sebanyak 500 ribu meter kubik sisa material Merapi hasil erupsi 2006 lalu dinyatakan dalam kondisi stabil. Sehingga intensitas hujan yang terjadi saat ini, belum akan membuat lava di sekitar lereng Gunung Merapi gugur. “Pengamatan visual di Gunung Merapi menunjukkan guguran lava tidak terjadi. Meski curah hujan cukup tinggi. Karena berdasarkan pengalaman yang menyebabkan banjir lava jika curah hujan terjadi 110 mm/jam selama tiga jam berturut-turut,” jelas Kepala Seksi Gunung Merapi Balai Penyelidik dan Pengembang an Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Jogja,Sri Sumarti kepada Harian Jogja Rabu (11/2).

Dari pengamatan yang dilakukan di lima pos pengamatan Gunung Merapi yakni di pos Kaliurang, Ngepos, Babadan, Jrakah dan Selo, dalam minggu ini (2-8/2) intensitas hujan tertinggi sebesar 27 milimeter/jam selama 50 menit. ”Untuk di lereng Merapi ini cukup rendah,” kata dia. Dikatakan arah aktivitas Gunung Merapi
masih tetap ke arah Kali Gendol. Meski begitu masyarakat di sekitar aliran Kali Gendol diharapkan tidak terlalu khawatir, karena kapasitas Kali Gendol masih cukup untuk menampung sisa material lava yang masih ada. ”Hanya saja ketika terjadi hujan, masyarakat tidak melakukan aktifi tas disekitar badan sungai.

Seperti merumput atau menambang pasir,” terang dia. Pemantau aman Dari empat alat yang terpasang di lereng Merapi, kata Sri Sumarti masih berfungsi dengan baik. Hanya saja diakui oleh dia pada saat musim hujan seperti sekarang ini alat pengukur gempa (seismograf) dimungkinkan terganggu pada bagian power. ”Pada musim hujan riskan soal power. Dikarenakan baterai yang ngedrop. Tapi power kan bisa diganti,” jelas dia. Sedangkan untuk alat pengukur pergeseran, kata dia pad saat musim hujan seperti sekarang ini hanya bisa digunakan dua kali dalam satu minggu.

Menyinggung tentang pendakian Gunung Merapi, BPPTK merekomendasikan agar pendakian dilakukan melalui dua jalur. Yakni jalur Selo dan jalur di Babadan. ”Pendakian pada saat Merapi aktif normal diperbolehkan hanya saja harus dipersiapkan baik dari segi kondisi fi sik, akomodasi yang cu kup,” terang dia. Lebih lanjut Sri mengimbau kepada pada pendaki yang akan ke puncak Merapi untuk meningkatkan kewaspadaan terkait adanya perubahan cuaca di puncak Merapi. Seperti adanya kabut dan angin kencang.(Yuspita Anjar Palupi)


EmoticonEmoticon