Senin, 09 Februari 2009

YOGYA (KR) - Gerhana Bulan Penumbra bakal terjadi Senin (9/2). Gerhana bulan penumbra terjadi saat seluruh bagian bulan berada di bagian penumbra atau bayangan samar bumi. Akibatnya bulan masih dapat terlihat terang dengan warna lebih suram di salah satu sisinya.
Hal ini disampaikan Ketua Jogja Astro Club (JAC), Mutoha Arkanuddin kepada KR Sabtu (7/2). Menurutnya, peristiwa ini dapat disaksikan dari seluruh kawasan Indonesia, Australia dan sebagian besar Asia.

Gerhana kali ini juga sudah tercatat dalam almanak astronomi terbitan NASA dan sesuai dengan hasil perhitungan yang dilakukan oleh berbagai sistem hisab yang berkembang di Indonesia.
Menurut perhitungan software simulator planetarium Starrynight Pro proses kontak awal penumbra terjadi pada pukul 19.38 WIB, saat mencapai maksimum pada pukul 21.38 WIB dan kontak akhir penumbra akan terjadi pada pukul 23.38 WIB sekaligus mengakhiri tahapan gerhana. Gerhana ini merupakan gerhana bulan ke-18 dari 73 rangkaian gerhana seri Saros 143.

Selama tahun 2009 sendiri setidaknya terjadi 3 kali gerhana bulan dan 2 kali gerhana matahari. Sesuai siklus setelah terjadi gerhana matahari akan diikuti oleh gerhana bulan pada setengah bulan berikutnya begitu juga sebaliknya. Sayangnya pada gerhana penumbra kali ini dengan mata telanjang sulit menyaksikan secara jelas tahapan gerhana. Hanya pada saat maksimum yaitu sekitar pertengahan gerhana kira-kira pukul 21.00 - 22.00 WIB mungkin kita bisa melihat wajah bulan yang agak gelap di salah satu sisinya, tentunya dalam kondisi langit yang bagus.

Selanjutnya Mutoha yang juga menjadi anggota Badan Hisab Rukyat (BHR) Propinsi DIY ini juga menganjurkan bagi umat Islam saat gerhana terjadi disunahkan mendirikan salat gerhana bulan atau salat khusuf. Salat gerhana bulan dilakukan sebanyak dua rakaat dengan empat kali rukuk dan setelah salat disunahkan khotbah. (Jon)-f


EmoticonEmoticon