Selasa, 10 Februari 2009

Gandoli HB X Tetap Jadi Gubernur
JOGJA- Kalangan seniman Jogja rupanya tidak satu kata mendukung Sultan Hamengku Buwono X menjadi calon presiden. Sikap inilah yang ditunjukan sejumlah seniman dan budayawan yang tergabung dalam kelompok Paguyuban Budaya Nusantara. Mereka terang-terangan merasa tak srek dengan aktivitas Merti Nusantara yang gencar mendorong HB X maju menjadi capres. " Kami berdiri untuk mengimbangi Merti Nusantara ," kata Bendahara Pamong Budaya Nusantara Sarwanto HS saat memberikan keterangan di Gedung DPRD DIJ kemarin.

Pamong Budaya Nusantara rencananya hari ini, Selasa (10/1) dideklarasikan di Pendopo Taman Siswa. Dalam deklarasi itu juga mengundang HB X dan Bupati Bantul Idham Samawi.

Selain seniman dan budayawan, beberapa kelompok gerakan pemuda juga ikut mendukung organisasi ini. Tak ketinggalan sejumlah mantan jenderal disebut Sarwanto ikut di belakang gerakan Pamong Budaya Nusantara. Salah satunya mantan KSAD Jenderal (purn) Tyasno Sudarto.

"Kami menginginkan Ngarso Dalem HB X tetap memimpin Jogja demi mempertahankan keistimewaan DIJ. Jadi raja sekaligus gubernur," kata Sarwanto.

Alumni Universitas Sarjana Wiyata ini mengatakan keinginan agar HB X tidak meninggalkan Jogja bukan tanpa sebab. Selama ini bila di tengah masyarakat terjadi konflik budaya, HB X senantiasa menjadi penengahnya.

Kondisi itu akan berubah bila HB X terjun berlaga dalam pilpres berhadapan dengan capres-capres lainnya. " Kami tak ingin kehilangan figur yang dapat mengayomi kebudayaan Jawa," imbuhnya.

Sekretaris Jenderal Pamong Budaya Nusantara Wahyana Giri menargetkan dalam deklarasi akan hadir sedikitnya 500 orang. Keberadaan Pamong Budaya Nusantara itu mencakup wilayah DIJ dan Jawa Tengah. Dalam deklarasi itu akan diisi orasi budaya dari beberapa orang tokoh.

Mengomentari deklarasi Pamong Budaya Nusantara itu Wakil Sekjen Merti Nusantara Bondan Nusantara menilai tidak ada masalah. Begitu pula dengan aspirasi mereka gondeli HB X agar tetap menjadi gubernur . "Silakan saja. Kita junjung tinggi demokrasi dan perbedaan pendapat. Meski berbeda, kita tetap satu," ucap Bondan.

Sutradara ketoprak yang terjun ke politik ini justru menyoal sering penggunaan nama Nusantara oleh berbagai elemen masyarakat. Termasuk, nama Jaringan Nusantara yang dikenal menjadi pendukung SBY. Kali ini gantian Pamong Budaya Nusantara.

Ia merasa heran saat orang ramai-ramai memasalahkan HB X menjadi capres. Padahal saat mendiang HB IX ayah HB X menjadi pimpinan nasional sebagai wakil presiden tak ada satu pun yang mengkritisinya. Saat ini, HB X baru menyatakan siap menjadi presiden banyak orang ribut dan memasalahkannya. Bondan khawatir gerakan semacam itu tak lebih sekadar rekayasa.

Sementara itu, HB X mengatakan keputusannya menjadi capres setelah mendapatkan desakan dari berbagai kelompok masyarakat se nusantara yang tak tahan lagi dengan kondisi bangsa pasca 10 tahun reformasi. "Selama ini masyarakat tak merasakan perubahan signifikan," ujarnya.

Surat dukungan agar dirinya menjadi capres itu datang dari Sumatera hingga Papua maupun kawasan Indonesia Timur lainnya. (kus)


EmoticonEmoticon