|

Penataan Ngasem Jangan Sia-Sia

HARIAn JOGJA - GONDOMANAN : Terkait revitalisasi Pasar Ngasem menjadi kawasan wisata, Pemerintah Kota Jogja harus berpikir secara komprehensif. Dikarenakan revitalisasi itu disangsikan akan mengurangi kesemrawutan di Ngasem. Ketua Komunitas Peduli Ruang Publik Kota (Krupuk), Anggi Minarni saat ditemui Harian Jogja, Jumat(20/2) mengungkapkan revitalisasi Pasar Ngasem akan berdampak sia-sia jika rencana tersebut hanyalah akan memindahkan kepadatan. Diperlukan sebuah kajian yang mendalam dari berbagai aspek.

“Jangan sampai revitalisasi tersebut malah membuat daerah tersebut semakin padat. Aspek sosial budaya, lingkungan, fungsi ruang publik perlu dikaji. Dengan menyisakan pedagang makanan atau jajanan yang berujung pada kawasan wisata akan sama saja dengan sekarang,semrawut,”ungkapnya. Hematnya, kawasan Pasar Ngasem tersebut seharusnya dijadikan ruang terbuka hijau bagi publik,mengingat kawasan ruang hijau tersebut masih minim di Jogja.” Dengan begitu Jogja memiliki ruang publik yang lebih longgar lagi,” imbuhnya.

Kawasan ruang terbuka hijau, lanjut Anggi, memang penting bagi Jogja mengingat kualitas udara di Jogja semakin jelek. Kendaraan bermotor di kota ini kian hari bertambah namun tidak dibarengi dengan adanya ruang hijau di Jogja.”Saya lebih setuju jika Ngasem dijadikan paru-paru Kota,” ungkapnya. Selain itu ruang hijau juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat refreshing bagi warga dengan biaya yang tidak mahal. Ia menuturkan warga Jogja butuh tempat – tempat seperti itu, dengan indikasi banyaknya warga yang selalu menempati area- area kosong untuk nongkrong.

“Lihat saja daerah nol kilometer, lalu kawasan Stasiun Lempuyangan bawah jembatan layang, yang sekarang dipadati warga. Itu berarti menunjukkan warga butuh tempat seperti itu untuk bercengkerama atau berkomuniksi dengan sesamanya,” jelasnya. Ia menambahkan, ruang terbuka hijau yang ditumbuhi dengan pepohonan-pepohonan terebut tentunya sejak awal telah ditetapkan dengan tegas bahwa pedagang tidak berjualan di area tersebut.

Sebelumnya, Kepala Bidang Ciptakarya, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan ESDM DIY, Gatot Saptadi menuturkan Pasar Ngasem akan ditata dengan menyediakan berbagai aneka produk kerajinan, pusat kuliner, serta tempat berkesenian yang bertujuan untuk menarik wisatawan memasuki pasar tersebut. “Pedagang makanan dan kebutuhan pokok akan tetap dipertahankan, terkecuali pedagang hewan dan burung. Karena kapasitas pasar sudah tidak mencukupi dan tidak memenuhi syarat kenyamanan sehingga harus dipindah,” jelasnya.(Andreas Tri Pamungkas HARIAN JOGJA)

Posted by Wawan Kurniawan on 15.34. Filed under , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels