Selasa, 10 Februari 2009

RADAR JOGJA-Walau keputusan penurunan tarif angkutan umum taksi sudah turun, tetapi banyak armada taksi yang belum menerapkan harga baru. Diperkirakan baru minggu depan, tariff yang baru tersebut berlaku seiring dengan selesainya pergantian program argo taksi serta penelitian ulang (tera) dari badan meteorologi.

"Sebetulnya, begitu kita tahu ada aturan tariff yang baru yang semula Rp 3 ribu menjadi Rp 2.700, semua pengelola taksi langsung mengontak ke programmer yang bisa mengubah mesin argo," kata Ketua Koperasi Serba Usaha Taxi Pataga Jogja Murdianto di kantornya Jalan Pramuka kemarin.

Murdiyanto menegaskan pihak programmer belum sanggup untuk menyelesaikan tugasnya di minggu kemarin. Dia memperkirakan petugas programmer baru akan melaksanakan tugasnya minggu depan.

"Sebenarnya untuk mengubah ini cepat, paling sehari di seluruh armada kita sudah selesai. Hanya yang perlu waktu lagi adalah peneraan (tera) atau disegel oleh Meterologi. Kita memprediksikan minggu depan sudah siap diaplikasikan tariff baru," tambah Murdiyanto.

Diakui, penurunan tariff ini tidak berdampak apa-apa bagi pengelola taksi. Selama ini yang dikeluhkan adalah bukan pada tarif, tetapi pada load factor yang semakin lama semakin turun. "Turunnya tariff tersebut juga tidak menjamin load factor penumpang taksi juga berubah membaik kan? Justru yang kita harapkan adalah upaya-upaya bersama agar penumpang naik lagi dan lebih baik dari sekarang," katanya yang menegaskan tidak akan menurunkan setoran untuk taksi.

Pria yang sudah malang-melintang di dunia pertaksian ini berharap pemerintah juga memperhatikan soal harga suku cabang yang tinggi. Seharusnya, selain faktor BBM, suku cabang juga menjadi perhitungan dari naik-turunnya tariff angkutan. "Selama ini, terkesan tidak dimasukkan sama sekali dan ini sangat kita sayangkan," imbuhnya.

Di sisi lain, Murdiyanto menegaskan pelayanan sopir taksi juga terus ditingkatkan. Sikap profesionalitas, bertanggung jawab terhadap apa yang dibawa dan melayani dengan ramah diharapkan membuat penumpang taksi di Jogjakarta merasa pilihan akan taksi ini tepat.

"Apalagi kompetitor taksi semakin banyak, adanya Transjogja, kemudahan membeli sepeda roda dua dan faktor jalan di DIJ yang semakin macet membuat orang akan berpikir ulang untuk naik taksi," paparnya. (hes)

1 komentar:

kalau saya boleh tahu, dari stasiun tugu menuju desa paingan berapa ya?


EmoticonEmoticon