Kamis, 05 Februari 2009

Beroperasi di Jalan, Harus Dilengkapi STNK
RADAR JOGJA - Pemprov DIJ menegaskan tetap akan mengenakan pajak terhadap sepeda listrik. Hanya saja, pemprov berjanji mengenakan pajak yang paling meringankan bagi pemilik sepeda listrik. Kebijakan ini dilakukan agar warga yang membeli sepeda listrik tak merasa terbebani dengan kewajiban membayar pajak.

"Aturan itu bakal kita tuangkan dalam bentuk peraturan gubernur (pergub). Detilnya sedang kita kaji," ungkap Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Provinsi DIJ Bambang Wisnu Handoyo (BWH) saat ditemui kemarin.

BWH mengatakan sebetulnya pemprov tidak terlalu bersemangat menerapkan pajak untuk sepeda listrik. Selain nilainya tidak signifikan, pemprov melihat keberadaan sepeda listrik merupakan kendaraan ramah lingkungan dan tidak berbahan bakar. "Pendapatan dari sepeda listrik itu tak begitu signifikan," paparnya.

Tak hanya itu, awalnya pemprov juga tak ingin menerapkan ketentuan pajak sepeda listrik. Namun untuk merealisasikankannya pemprov terbentur peraturan perundang-undangan. Antara lain, UU No 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan dan Peraturan Mendagri No 22 Tahun 2008 tentang Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (PKB dan BBNKB). "Mau tidak mau kita harus melaksanakan aturan tersebut," kilah pejabat yang tinggal di bilangan Umbulharjo ini.

BWH mengatakan proses penerapan pajak PKB maupun BBNKB sepeda listrik sama persis dengan sepeda motor. Begitu membeli sepeda listrik, maka warga dikenakan kewajiban membayar PKB dan BBNKB yang prosesnya dilakukan sejak dari diler. Soal nilainya, BWH mengatakan untuk PKB nilainya 1,5 persen dari nilai jual dan BBNKB sebanyak 10 persen dari nilai jual.

Sebagai ilustrasi bila sepeda listrik seharga Rp 4 juta maka PKB yang dikenakan kurang lebih mencapai Rp 60 ribu. Sedangkan BBNKB sebesar Rp 400 ribu. "Kita keluarkan pelat nomor dan surat tanda nomor kendaraan (STNK)," terangnya.

Sampai saat ini berdasarkan catatan BWH, telah ada enam sepeda listrik di wilayah Sleman yang telah membayar PKB dan BBNKB. Sedangkan di Kota Jogja ada empat unit. "Totalnya ada 10 orang wajib pajak sepeda listrik," terangnya.

Kembali soal penerapan pajak yang ringan, mantan kepala BPKD ini berjanji akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Ditlantas Polda DIJ. Pembahasan masalah pajak sepeda listrik bermula dari surat Wali Kota Jogja Herry Zudianto kepada Gubernur DIJ Hamengku Buwono X yang meminta agar pemprov tidak menerapkan pajak bagi pemilik sepeda listrik.

Menindaklanjuti surat itu, Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo DIJ Mulyadi Hadikusumo telah menggelar koordinasi pada (13/1) telah dengan sejumlah instansi terkait.

Hasilnya sesuai Bab V pasal 14 UU No 14 Tahun 1992 setiap kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan wajib didaftarkan. Kendaraan bermotor itu adalah yang digerakan oleh peralatan teknik yang ada di kendaraan tersebut.

Peralatan teknik, kata Mulyadi, dalam nota dinas yang ditujukan kepada gubernur dijelaskan dapat berupa motor atau peralatan lainnya yang berfungsi untuk mengubah sumber daya energi tertentu menjadi gerak kendaraan bermotor yang bersangkutan. "Berdasarkan ketentuan itu sepeda listrik masuk kategori kendaraan bermotor yang wajib untuk didaftarkan," terang Mulyadi.

Meski demikian, dalam nota dinas itu, Mulyadi menyampaikan usulan agar masalah sepeda listrik diatur secara regional di Provinsi DIJ. Bentuknya, pemprov memberikan kemudahan dalam mengurus persyaratan pendaftaran dengan biaya murah atau bebas biaya. "Untuk pengaturan nasional perlu diajukan permohonan ke pemerintah pusat," usul Mulyadi.

Sayangnya, Kadishub tidak memasukkan ketentuan di Permendagri Pasal 2 yang menyebutkan penarikan pajak didasarkan pada bobot kerusakan jalan dan pencemaran lingkungan yang ditimbulkan. Ketentuan Permendagri di Pasal 2 itu berbunyi ''Penghitungan dasar pengenaan PKB berdasarkan perkalian nilai jual kendaraan bermotor dan bobot yang mencerminkan secara relatif kadar kerusakan jalan dan pencemaran lingkungan akibat penggunaan kendaraan bermotor.''

Apakah sepeda listrik mencemari lingkungan? (kus)


EmoticonEmoticon