|

Angka Pengangguran Tinggi

HARIAN JOGJA - SLEMAN: Jumlah sarjana yang menganggur di Kabupaten Sleman dalam tiga tahun terakhir cukup tinggi. Data Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Keluarga Berencana (DisnakersosKB) Kabupaten Sleman menunjukkan tahun lalu tercatat sebanyak 3.252 sarjana tidak bekerja. Sedangkan 2007 dan 2006, jumlah sarjana pengangguran di Sleman masing-masing 2.636 dan 3.092.

Uniknya, pengangguran dengan jenjang pendidikan S1 jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan lulusan D3. Tahun 2008, lulusan diploma yang menganggur di Sleman tercatat sebanyak 2.606. Sedangkan pada 2007 dan 2006, masing-masing berjumlah 1.915 dan 2.576. Kasie Hubungan Industrial dan Kesejahteraan Pekerja Disnakersos & KB Sleman Supriyono mengatakan tingginya angka sarjana pengangguran di Sleman disebabkan karena jumlah lapangan kerja beberapa tahun terakhir ini memang cukup sulit.

“Sebenarnya tidak hanya bagi sarjana saja. Setiap jenjang pendidikan kondisinya memang seperti itu. Jumlah angkatan kerja setiap tahun terus bertambah, sementara lapangan kerja yang tersedia jumlahnya nyaris tidak berubah,” ujar dia. Dikatakan Supriyono, salah satu faktor utama penyebab tingginya sarjana yang menganggur adalah karena banyak di antaranya yang menganggap pekerjaan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai sasaran utama. “Para sarjana terlalu banyak yang hanya berpatokan pada PNS saja, padahal lowo ngan sebagai PNS jumlahnya sangat kecil tiap tahun. Ini merupakan salah satu faktor penyebab jumlah sarjana me nganggur makin tinggi,” katanya.

Tidak bisa dipungkiri memang, kata dia, para sarjana juga banyak yang terlalu idealis dan terlalu memilih-milih dalam mencari pekerjaan. Di sisi lain, banyak perusahaan juga yang lebih memilih memperkerjakan lulusan diploma karena lebih siap kerja. Supriyono menambahkan, untuk mengantisipasi makin membengkaknya jumlah sarjana pengangguran, pihaknya telah melakukan berbagai upaya yang konstruktif. Ia berharap, para sarjana tersebut tidak hanya bergantung pada lowongan kerja semata.

“Mereka diharapkan bukan sebagai para pencari kerja, tapi sebagai ujung tombak untuk menciptakan lapangan kerja. Karena itu kami pun telah menyusun berbagai rencana pembekalan keterampilan bagi mereka. Diharapkan dalam waktu dekat ini pembekalan keterampilan soal ketenagakerjaan sudah bisa dilakukan sehingga para sarjana itu bisa menciptakan lapangan kerja,” tutur dia.

Beberapa waktu lalu, menurut Supriyono, DisnakersosKB telah menjalin kerja sama dengan PT Astra. Bentuk kerja sama itu, kata dia, berupa pelatihan dan pemberian bantuan alat kendaraan bermotor kepada peserta pelatihan.

Oleh Esdras Idialfero Ginting HARIAN JOGJA

Posted by Wawan Kurniawan on 18.37. Filed under , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels