|

Harga Gabah Rontok

Petani Beramai-Ramai Memanen Padi
SLEMAN - Sudah jatuh, tertimpa tangga. Itulah yang dialami para petani di Sleman. Hujan lebat mengakibatkan hasil panen padi menjadi kurang bagus karena kadar airnya terlalu banyak.
Para petani justru mengalami kerugian akibat batang padi ambruk diguyur hujan deras. Sedangkan padi yang masih utuh terpaksa dipanen daripada dimangsa hama tikus.
Panen bersamaan itulah yang mengakibatkan harga gabah turun. Jamidi, petani dari Dusun Tegalweru, Desa Margodadi, Kecamatan Seyegan, mengatakan gabah kering setelah diselep (dipisahkan dari batang dan rumput, Red) laku tak lebih dari Rp 3.000 per kg.

"Padahal pada hari biasa bisa mencapai Rp 3.500-Rp 4.000 per kg gabah kering. Tergantung jenis berasnya," tutur petani yang mempunyai lahan sekitar 1.500 m2 itu.
Jasmidi mengaku belum mengetahui angka penurunan harga gabah saat ini. Ia terpaksa harus memanen lebih dini agar kerugian tidak semakin besar.

Purwanto Hadi Susilo, 70, petani asal Desa Mrian ini mengatakan, harga gabah jenis IR 64 Rp 2.700 per kg, gabah basah Rp 2.100 per kg.

Padahal, harga gabah kering pada hari biasa bisa mencapai Rp 2.800, gabah basah Rp 2.400 per kilogram. "Padahal, hasil panen juga tidak bagus. Satu kuintal gabah paling hanya bisa diolah menjadi 50 kg beras," ungkapnya.

Penurunan tersebut menjadi beban berat para petani. Pengepul gabah asal Desa Gundengan Kidul Tempel Sri Sukirno, 60, mengatakan jika hujan deras terjadi dalam beberapa hari ke depan, ia mengalami kerugian dalma jumlah banyak.
Karena pengeringan gabah basah memerlukan waktu lebih lama. Bisa seminggu lebih. Kondisi tersebut berpotensi menurunnya kualitas gabah dan beras. Sedangkan ongkos giling gabah tidak turun. Tetap Rp 170 per kilogram. (yog)

Posted by Wawan Kurniawan on 21.58. Filed under , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels