|

Telaga di Semanu Tercemar

Dibentuk Pokja Pengelolaan
RADAR JOGJA - GUNUNGKIDUL - Telaga di Kecamatan Semanu mayoritas telah tercemar. Pencemaran akibat kebiasaan masyarakat menggunakan telaga sebagai tempat mencuci, mandi, dan membersihkan ternak.
"Kegiatan itu menimbulkan limbah yang mencemari telaga," kata Camat Semanu ST Suhardi kepada wartawan kemarin. Meski demikian, tingkat pencemaran belum dapat dikategorikan membahayakan. Masyarakat Semanu masih memanfaatkan telaga Jonge untuk mandi meski mempunyai MCK pribadi.
Namun, warga tidak menyadari kebiasaan itu menyebabkan pencemaran kimiawi. Pencemaran kimiawi akibat penggunaan deterjen saat mencuci pakaian, atau memakai sabun dan sampo untuk mandi.

Selain pencemaran, setiap telaga umumnya juga menyimpan persoalan. Tahun 2007, misalnya. Sebanyak 217 telaga tercatat kering saat musim kemarau, 205 telaga mengalami pendangkalan serius, dan 165 telaga terjadi kerusakan akibat lahan kritis.

Hanya 40 telaga yang tetap berair di musim kemarau. Karena telaga ini cukup luas dan dilengkapi tumbuhan perindang.

Berdasarkan hasil penelitian tim UGM pada Juni 2006, sebanyak 110 telaga mengalami pencemaran biologis dan 124 telaga mengalami pencemaran kimiawi.

Meminimalkan kerusakan telaga, Kecamatan Semanu telah membentuk Pokja untuk mengelola telaga. Pokja tersebut bertugas melakukan penghijauan dan membersihkan lokasi sekitar telaga.

Pokja juga mengkampanyekan pemisahan fungsi telaga sebagai tempat mandi, mencuci, dan memandikan ternak segera diatur.

Warga Desa Pacarejo, Marso mengatakan tidak bermasalah mandi di telaga meski telah tercemar. Sejak kecil ia terbiasa mandi dan mencuci di telaga Jonge.

"Saya sudah sejak kecil mandi disini. Tidak perlu khawatir terkena penyakit kulit. Air disini bersih," katanya. (hsa)

Posted by Wawan Kurniawan on 19.56. Filed under , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels