Selasa, 28 April 2009

TEGALREJO: Merebaknya wabah flu babi di Meksiko, Amerika Utara, membuat Dinas kesehatan (Dinkes) Provinsi DIY waspada dengan melakukan penguatan kerja tim zoonosist. Dinkes akan memantau kemungkinan masuknya virus itu ke wilayah DIY.

“Sampai sekarang belum ada laporan adanya babi mati atau orang terjangkit swine flu itu di DIY bahkan di Indonesi ini,” kata Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Menular (P2M) Dinkes DIY Akhmad Akhadi, Senin (27/4) ini.

Akhadi mengatakan, Departemen Kesehatan pada Sabtu (25/4) kemarin telah menerbitkan surat Edaran yang ditujukan kepada Dinas Kesehatan Provinsi, Kepala Unit Pelaksana Teknis Ditjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP & PL) dan direktur Rumah Sakit Vertikal di seluruh Indonesia, agar ikut mewaspadai kemungkinan menjalarnya penyakit itu hingga ke Indonesia.

SE Depkes No PM.01.01/D/I.4/1221/2009 yang ditandatangani oleh Direktur PP & PL, Tjandra Yoga Aditama, meminta dinas kesehatan di daerah ikut memantau kemungkinan masuknya virus itu lewat pendatang yang berasal dari negara-negara yang sedang terjangkit.

Depkes juga meminta satuan kerja di daerah lebih meningkatkan koordinasi lintas program dan lintas sektor dan menyebarkan informasi tersebut ke jajaran kesehatan di wilayah kerja masing-masing.

Akhadi mengatakan, virus flu tipe A H1N1 yang dikenal dengan flu babi itu masih satu jenis dengan avian inluenza atau flu burung. “Sama-sama menular dari hewan ke manusia, belum sampai tahap manusia ke manusia. Tapi memang ada kemungkian menular antar manusia melalui medium udara,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut Edaran dari Depkes itu, Dinkes DIY sudah mengirim surat ke dinkes masing-masing kabupaten dan kota sebagai pelaksana teknis di lapangan.

“Kami berkoordinasi dengan tim zoonosist pada 30 April ini. Koordinasi akan kami fokuskan pada ancaman swine flu ini,” ujarnya. (Nugroho Nurcahyo)

1 komentar:

Syukurlah Dinkes Jogja cepat tanggap atas outbreak swine flu ini. Kebetulan saya tinggal di DIY, tepatnya di kelurahan Banyuraden, Sleman. Setahu saya di daerah sekitar sini banyak sekali warga yang memelihara babi secara tradisional. Tidak jarang setiap kali melintas di tengah perkampungan, bau khas kandang babi semerbak tercium. Di tengah tingginya kejadian swine flu secara global kini, wajar saja saya jadi khawatir. Bagaimana???


EmoticonEmoticon