|

Gagal di UAN, Langsung Coret

DEPOK: Calon mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) yang diterima melalui jalur ujian tulis (utul), bakal dianulir alias dicoret apabila terbukti tidak lulus ujian akhir nasional (UAN).
“Meski sudah praregistrasi, kalau terbukti tidak lulus langsung dicoret,” tegas Kabid Humas dan Protokol UGM, Suryo Baskoro, Kamis (30/4) kemarin.
Sebanyak 4.500 mahasiswa baru UGM yang dinyatakan lulus ujian tulis dari 44.000 pendaftar, sejak Kamis kemarin sampai dengan Minggu (3/5) mendatang melakukan praregistrasi.

Suryo menjelaskan nilai UAN tetap digunakan sebagai patokan, sehingga registrasi peserta ujian tulis yang sudah lulus disebut praregistrasi. UGM menjadwalkan registrasi dilakukan setelah nilai UAN keluar.

Tes TOEFL
Pantauan Harian Jogja, suasana penuh sesak mewarnai praregistrasi peserta lulus ujian tulis di Graha Sabha UGM, kemarin. Selain diramaikan para siswa SMA yang hendak registrasi, suasana ingar-bingar ditingkahi pula aktivitas mahasiswa UGM yang ingin menjaring kader baru.

Selain itu, beberapa pedagang asongan yang di antaranya juga mahasiswa, saling berebut menjajakan dagangan. Tak ketinggalan pula beberapa penjaja buku tes TOEFL berusaha menawarkan dagangan kepada peserta praregistrasi.

Hari pertama kemarin, calon mahasiswa yang lulus ujian tulis dengan pilihan studi Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Kedokteran Umum, Kedokteran Gigi dan Ilmu Budaya berkewajiban melakukan praregistrasi.

Sedangkan hari ini [Jumat, 1/5], giliran calon mahasiswa baru Fakultas Filsafat, Psikologi, Teknik Pertanian, Kedokteran Hewan, MIPA dan Pertanian melakukan praregistrasi.

Pada Sabtu (2/5) besok, calon mahasiswa baru Fakultas Biologi, Geografi, Farmasi, Teknik, Peternakan dan Kehutanan melakukan praregistrasi. Sedangkan hari terakhir, Minggu (3/5), hanya diperuntukkan calon mahasiswa yang berhalangan registrasi pada hari sebelumnya.

“Kalau praregistrasi susulan dilakukan tanpa disertai keterangan yang bisa dipertanggungjawabkan, calon yang tidak melakukan praregistrasi sesuai jadwal tetap dicoret juga,” tegas Suryo Baskoro.

Calon mahasiswa yang sudah praregistrasi, imbuh Suryo, masih diharuskan melewati tes TOEFL dengan standar nilai 500 point. Namun demikian, tes kemampuan bahasa Inggris ini lebih ringan dibandingkan dengan tes sebelumnya.

Pasalnya, menurut Suryo, calon mahasiswa yang tidak lolos bisa mengulang pada tes berikutnya. Selain itu, hasil tes TOEFL tidak digunakan untuk menganulir hasil ujian tulis.

Suryo memperkirakan sekitar 95% peserta ujian tulis yang lolos bakal melakukan praregistrasi. Sedangkan sisanya tidak melakukan dengan berbagai alasan, semisal jurusan yang diterima tidak sesuai dengan keinginan siswa.

Dwijo Utama, siswa SMA Negeri 4 Solo yang diterima di Fakultas Hukum, mengaku yakin dirinya bakal lulus UAN. Itu sebabnya dia tidak khawatir namanya dicoret dari daftar mahasiswa baru UGM. “Saya yakin masuk, tetapi untuk tes TOEFL saya memang belum melakukan persiapan khusus...” (Miftahul Ulum)

Posted by Wawan Kurniawan on 18.17. Filed under , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels

Recently Added

Recently Commented