|

Mayoritas Muka Baru, DPRD Butuh Adaptasi

Dewan Lama Cuma Tersisa 12 Orang
JOGJA - Komposisi DPRD Provinsi DIJ 2009-2014 dipenuhi muka-muka baru. Mayoritas wakil rakyat yang akan bertugas di Jalan Malioboro 54 itu adalah pendatang baru di kancah politik. Sebagian dari mereka belum sekalipun pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten, Kota atau Dewan Provinsi.
''Dari 55 kursi, dewan lama yang tersisa cuma 12 orang,'' kata anggota KPU DIJ M. Najib kemarin (20/5). Dengan didominasi muka-muka baru, maka untuk melaksanakan tugas mulai 1 September mendatang diperlukan adaptasi.

''Butuh masa orientasi yang lebih lama. Harus pula ada program peningkatan kapasitas,'' lanjutnya.

Bila dipersentase dengan jumlah 12 anggota yang tersisa, maka incumbent di DPRD DIJ hanya sekitar 20 persen. Sedangkan sisanya anggota dewan baru. Dari 43 anggota baru itu, sembilan di antaranya berasal dari DPRD Kabupaten dan Kota se-DIJ yang promosi ke Dewan Provinsi.

Di samping dipenuhi anggota baru, hasil Pemilu 2009 ini juga mengantarkan kalangan perempuan yang menjadi politisi meningkat secara signifikan. Bila lima tahun lalu hanya ada lima orang yang terpilih menjadi wakil rakyat, kali ini ada 12 orang. Secara persentase kenaikannya mencapai 140 persen.

Najib juga merasa senang dengan kualitas pemilu di DIJ yang lebih baik dari pemilu nasional. Tolok ukur dari baiknya kualitas itu terletak pada keabsahan surat suara dan partisipasi pemilih.

''Angka partisipasi pemilih DIJ 72,95 persen. Sedangkan angka nasional hanya 70,99 persen. Suara sah 87,32 persen diatas nasional 85,62 persen. Kualitas pemilu di DIJ lebih baik,'' ungkapnya bangga.

Ketua DPW PAN DIJ Immawan Wahyudi menyatakan, sebulan sebelum kadernya dilantik menjadi anggota dewan, mereka akan diberi pembekalan. Materi pembekalan antara lain menyangkut penyusunan dan pengawasan anggaran. ''Materi pembekalan bersifat implementatif. Jadi begitu ditugaskan, kader-kader kita di legislatif sudah siap tempur,'' ungkapnya.

Rencana pembekalan juga disampaikan Ketua DPD Partai Demokrat DIJ GBPH Prabukusumo. Dengan dibekali partai, Prabukusumo tak ingin kadernya kagok atau bingung menjalankan tugas sebagai wakil rakyat. ''Kader Partai Demokrat harus menjadi dewan yang kritis tapi santun dan bersih bebas dari korupsi,'' pintanya. (nis/kus)

Posted by Wawan Kurniawan on 19.18. Filed under , , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels

Recently Added

Recently Commented