|

Mohon Maaf

DANUREJAN: Raja Jogja, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X menyampaikan permohonan maaf kepada pendukungnya karena tidak berhasil menjadi calon presiden (capres) dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2009. HB X juga menyatakan puas dan bangga karena Partai Golkar mampu mengusung kadernya dalam Pilpres tahun ini. Air mukanya tenang saat menyampaikan permohonan maaf atas kegagalan dalam pencapresan. “Saya mengucapkan terima kasih atas dukungannya dan mohon maaf karena tidak bisa maju dalam pencapresan. Namun, saya bangga karena Partai Golkar sebagai partai besar bisa mencalonkan [presiden] sendiri,” ujarnya pada Sabtu (16/5) kemarin usai menerima kunjungan delegasi dari China di Kompleks Kepatihan.

Suami dari GKR Hemas ini menyatakan kesiapannya maju sebagai calon presiden pada Pisowanan Ageng yang dihadiri ratusan ribu warga Jogja. Sebagai langkah untuk menopang pencalonannya, Sultan membentuk tim sukses Merti Nusantara dan mulai membuat jejaring di seluruh Indonesia. Tekad Sultan itu juga didukung oleh partai gurem RepublikaN, namun ternyata semua langkah gagal menempatkannya menjadi capres yang berhak berlaga di pemilihan presiden.

Saat ditanya tentang langkah yang akan dia ambil setelah gagal dalam pencapresan, HB X menyatakan semuanya sudah selesai.

“Golkar sudah ada calon [presiden] ya sudah, selesai,” tegasnya.

Terkait penjelasan kepada masyarakat tentang batalnya dia maju menjadi capres, Sultan menyatakan akan mengemukakan secara terbuka.

“Saya akan mengemukakannya secara terbuka. Tapi nanti, saya belum menentukan waktunya,” ungkapnya.
Sultan juga menyatakan akan mempertimbangkan jika kelak dirinya diminta menjadi juru kampanye (jurkam) bagi pasangan capres dan cawapres dari Partai Golkar, Jusuf Kalla dan Wiranto. “Itu [permintaan menjadi jurkam] akan dipertimbangkan. Tapi saya belum bisa mengatakannya sekarang,” katanya.

Tak lupa, Sultan mengucapkan selamat kepada Capres yang akan bertarung dalam pilpres mendatang. Menurutnya, semua Capres memiliki peluang yang sama untuk meraih meraih kursi presiden. “Semua punya peluang yang sama, tergantung rakyat yang memilih,” katanya.

Sultan juga berharap pelaksanaan Pilpres jauh lebih baik daripada pemilihan legislatif (Pileg) pada April silam. Menurutnya, masyarakat harus dapat menggunakan hak pilihnya dalam Pilpres. Di sisi lain, dia juga berucap agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) dapat menangani pelaksanaan pemilu dengan lebih baik dan memperbaiki beberapa kesalahan dalam Pileg yang lalu. (Budi Cahyana)

Posted by Wawan Kurniawan on 16.27. Filed under , , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels

Recently Added

Recently Commented