|

Sarana Introspeksi

DANUREJAN: Ulang tahun yang pertama Harian Jogja, menurut Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dapat dijadikan sarana bagi media cetak ini untuk melakukan instrospeksi diri, baik dalam pemberitaan maupun pemasaran. "Segenap redaksi dan staf redaksi bisa melakukan perbaikan terus menerus untuk Harian Jogja yang lebih baik. Selamat ulang tahun yang pertama, semoga terus memberikan informasi yang bermanfaat kepada masyarakat," katanya kepada Harian Jogja, akhir pekan lalu.

Walikota Jogja Herry Zudianto menambahkan harian ini perlu melakukan peningkatan kapabilitas para wartawannya untuk menguasai pengetahuan yang memadai pada bidang yang menjadi liputan.
Hal itu dilakukan dengan harapan, pada saat peliputan berita akan diperoleh satu informasi yang lebih akurat dan faktual.

"Tidak bias dan sumir. Hal tersebut dimulai dari bagaimana si wartawan itu mengindentifikasi substansi persoalan, sudut pandang yang akan diberitakan, serta sisi penentuan sumber beritanya yang credible dan capable."

Selain itu dia juga berharap ke depan harian ini dapat terus memberikan kontribusi yang positif bagi dinamika kemajuan masyarakat Kota Jogja dari berbagai aspek. Khususnya dalam aspek kekayaan informasi yang aktual, faktual, objektif serta mencerdaskan wawasan masyarakat.
Dari sisi sajian, Walikota Jogja ini menilai harian ini perlu menambah porsi berita humanisme, berita yang menyangkut aktivitas masyarakat yang positif.

Imbangi paham
Dirinya berharap agar paham bad news ia a good news (berita buruk adalah berita bagus) dalam implementasinya diimbangi pula dengan filosofi good news is better than bad news because good news is a pathway to an even better future (berita baik lebih baik dari pada berita buruk, karena berita baik adalah jalan kecil menuju masa depan yang lebih baik).

Budi Susilo, seorang pedagang yang tinggal di komplek Terminal Wonosari menilai penyajian konten di Harian Jogja cukup komplet dan memenuhi selera masyarakat. Hanya saja, menurut dia, stamina redaksi, khususnya wartawannya perlu ditingkatkan. Hal itu menurut dia, untuk menjaga intensitas sajian pemberitaan jika memerlukan tindak lanjut pada edisi berikutnya.

Rubrik Percikan Beningnya memberikan siraman rohani bagi lima agama di Indonesia, sudah mampu menunjukkan harian ini menjadi media yang Pancasilais, konsisten menjaga kesatuan dan keindahan perbedaan-perbedaan. "Selamat Ulang tahun. Jayalah Harjo.' (Budi Cahyana, Yuspita Anjar Palupi & Endro Guntoro)

Posted by Wawan Kurniawan on 04.14. Filed under , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels