|

Kulonprogo Kekurangan Pasokan Gurameh

NANGGULAN (KR) - Banyaknya wisata kuliner membuka peluang usaha bagi masyarakat. Salah satunya budidaya ikan tawar gurameh yang memiliki peluang cukup berkembang. Untuk memenuhi kebutuhan di wilayah Kulonprogo sekarang ini belum bisa mencukupi. Seperti diungkapkan Pujo, anggota pembudidaya ikan Argomino Dusun Dengok Desa Tanjungharjo, Kecamatan Nanggulan, yang dihubungi KR, Selasa (9/6). Peluang untuk berbudidaya ikan gurameh di wilayah Kuloprogo sangat bagus dan cukup berkembang. Harga gurameh jenis konsumsinya relatif stabil yakni Rp 25.000.

"Kebutuhan ikan gurameh jenis konsumsi di wilayah Kulonprogon masih kurang. Sekarang ini baru bisa mencukupi berapa kwintal saja, sementara permintaan dengan jumlah ton," katanya.
Forum Silaturahmi Pokdakan (FSP) Kulonprogo akan menciptakan pasar yang baik dan menyamakan harga jual. Agar tidak ada pihak yang dirugikan, baik dari petani, pedagang maupun pembeli. "Adanya FSP ini para petani tradisional tidak perlu khawatir lagi ditipu oleh pedagang nakal. Seperti timbangan yang nakal maupun uang dihutang. Karena ketentuan harga akan melalui satu pintu yaitu FSP," ujarnya. Setiap pembelian bibit gurameh seharga Rp 850/ ekor, pemerintah melalui dinas perikanan menyubsidi sebesar Rp 500/ekor bagi kelompok budidaya ikan.
Bagi masyarakat yang tidak memiliki lahan luas untuk kolam, bisa menggunakan kolam deklit dengan luas tanah 2x4 meter dan kedalaman 40 cm. Kolam ini sangat murah biaya pembutannya, jika dibandingkan dengan pembuatan kolam permanent. Untuk ukuran kolam 2x4 meter, deklitnya membutuhkan ukuran 4x6 meter.
Kolam ini sangat praktis dan murah, selain itu tidak memakan banyak tempat. Bahkan untuk daerah dataran tinggi sangat cocok dan tidak membutuhkan air mengalir. Untuk pembersihannya sangat gampang dan tidak membuat polusi lingkungan. Untuk dataran tinggi bisa memanfaatkan air hujan yang ditampung di dalam kolam.
"Sekarang ini kami sudah dapat memanen air hujan yang selama ini hanya dibuang sia-sia. Bahkan airnya bisa bertahan sampai 10 bulan, " kata Pujo.
Saat ini Argomino lebih fokus pada pembibitan ikan gurameh. Karena kebutuhan bibit di wilaya Kulonprogo sangat kurang. Sehingga untuk mencukupi bibit, para petani harus mencari sampai ke Sleman, Magelang dan Kedu. Untuk proses pembibitan, dimulai dari telur indukan yang dimasukkan di ruang indoor selama 21 hari. Setelah itu dimasukkan ke kolam pedederan selama 20 hari. Kemudian dimasukkan ke kolam umum.

Posted by Wawan Kurniawan on 03.39. Filed under , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels

Recently Added

Recently Commented